Pemprov Targetkan Kalbar Bebas Buta Aksara

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 178

Pemprov Targetkan Kalbar Bebas Buta Aksara
Pontianak, SP – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berupaya menekan jumlah warga buta aksara. Program belajar membaca dan menulis untuk anak usia dini dan orang dewasa akan direalisasikan tahun depan.

“Program-program ini yang akan mengubah tampilan dari postur pendidikan di Kalimantan Barat,” kata Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji usai membuka puncak peringatan Hari Aksara Internasional tingkat Provinsi Kalbar tahun 2018, di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (9/11).

Sutarmidji dalam waktu dekat akan merealisasikan pembangunan sekolah menegah kejuruan (SMK) unggulan di setiap kabupaten/ kota. Targetnya mencetak tenaga kerja terampil dan siap pakai dalam menghadapi pembangunan.

“Kita mulai dengan membangun SMK unggulan di Kabupaten Sambas tahun depan, dengan luas lahan 5 hektare,” kata Gubernur.

Gubernur memilih Sambas sebagai lokasi percontohan karena pemuda di kabupaten paling utara Kalimantan Barat tersebut banyak yang memilih bekerja di luar daerah. Hal ini akan mengurangi jumlah angkatan kerja usia produktif di Kabupaten Sambas yang berdampak pada pembangunan daerah.

“Sambas itu banyak penduduknya berusia lebih dari 45 tahun. Perkembangan usia produktif di sana terlambat,” ujar Sutarmidji.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Suprianus Herman menyebut kondisi buta aksara saat ini tidak hanya terjadi di kampung-kampung tapi juga di kota walaupun jumlahnya sedikit. “Untuk mengatasinya kami buat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sayangnya jumlahnya saat ini baru sedikit,” kata Suprianus Herman.

Menurut Suprianus, setiap kabupaten saat ini hanya memiliki 11 sampai 15 PKBM. Seharusnya jumlah PKBM lebih banyak lagi. Kehadiran PKBM diharapkan dapat menjadi ujung tombak pemberantasan warga buta aksara di Kalbar. “Jumlah buta aksara mencapai dua persen dari jumlah penduduk Kalbar,” imbuhnya. (nak/)