PLN Kalbar Migrasi ke PLTU & PLTBm

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 95

PLN Kalbar Migrasi ke PLTU & PLTBm
Presiden saat resmikan PLTU Mempawah/setkab.go.id
Pontianak, SP - Humas PLN Kalimantan Barat, Hendra mengatakan kebutuhan masyarakat akan energi listrik meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi.   

Saat ini PLN berupaya meningkatkan pasokan listrik, serta meminimalisir ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel yang biaya operasionalnya dinilai cukup mahal. Menurut Hendra, mesin-mesin pembangkit berbahan bakar solar secara bertahap akan dikurangi.  

“Di satu sisi kami berusaha terus meningkatkan mutu layanan, namun tetap mempertimbangankan penggunaan secara maksimal pembangkit listrik dengan biaya operasional yang lebih murah. Pilihannya adalah pembangkit tenaga uap dan boimassa,” kata Hendra.  

Upaya ini tentunya tidak dapat dilakukan serempak di semua daerah. Butuh waktu dan dilakukan bertahap.   

Untuk daerah terpencil yang belum terkoneksi jaringan PLN, kebijakannya adalah memanfaatkan pembangkit yang ada di unit setempat. Salah satunya adalah  dengan memberdayakan pembangkit listrik milik swasta.   

“Kedepan pembangkit listrik milik PLN yang berbahan bakar diesel secara bertahap kami hentikan operasionalnya. Selanjutnya kami gantikan dengan PLTU, PLTBm dan pembangkit-pembangkit yang menggunakan energi baru dan terbarukan lainnya,” jelas Hendra.   

Dia menegaskan bahwa kerja sama sewa pembangkit diesel dengan pihak swasta sejauh ini berjalan baik. Terkait pemberhentian beroperasi sementara PLTD di Melawi dan Ketapang tidak ada masalah lagi. Hanya ada sedikit masalah administrasi yang harus dibereskan oleh masing-masing pihak.  

Hendra menjelaskan, pilihan menyewa mesin PLTD dengan pihak swasta sebagai bentuk tanggung jawab PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.  

“Kontraknya memang kita buat per tahun berjalan, untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu daerah yang isolated bisa kita suplai dari unit terdekat,” ujarnya.   

Hendra mengakui, sejauh ini progres pembangunan PLTU cukup signifikan, khususnya di sistem Khatulistiwa yang menjangkau wilayah Kubu Raya, Pontianak, Mempawah, Singkawang, Pemangkat, Sambas, Bengkayang, Ngabang, dan Tayan.    Sistem kelistrikan di wilayah tersebut sudah terinterkoneksi. Dalam waktu dekat akan beroperasi mesin PLTU untuk memperkuat sistem.   

“Ada beberapa pembangunan PLTU yang saat ini dalam tahap penyelesaian, seperti di Jungkat dan Tanjung Gundul Bengkayang. Progres pembangunannya  rata-rata di  atas 90 persen. Itu nanti memperkuat sistem.”  

Perencanaan perluasan serta peningkatan  jaringan listrik sudah dilakukan untuk mengantisipasi agar listrik dapat sampa ke daerah terpencil.  

Hendra mengakui, rasio elektrifikasi di Kalimantan Barat baru sekitar 85 persen, harapannya tahun mendatang dapat ditingkatkan hingga mencapai 100 persen.

“Listrik ini dari kita dan untuk kita, karena kita juga yang menikmatinya. Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Sekeras apapun upaya yang PLN lakukan tentunya tidak akan bearti apa-apa jika tanpa dukungan serta partisipasi masayarakat.” (iat)