Rabu, 23 Oktober 2019


Dekranasda Latih 20 Pengrajin Sulam Kalengkang

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 48
Dekranasda Latih 20 Pengrajin Sulam Kalengkang

PELATIHAN - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak melaksanakan Pelatihan Sulaman Kalengkang di Gedung UMKM Center Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak pada 17- 20 September 2019.

PONTIANAK, SP - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak melaksanakan Pelatihan Sulaman Kalengkang di Gedung UMKM Center Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak selama empat hari atau 17-20 September 2019.  

 

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie mengatakan pelatihan ini diikuti sebanyak 20 orang. Peserta ini berasal dari utusan PKK Kecamatan dan masyarakat umum.

 

Pemilihan ibu-ibu untuk mengikuti pelatihan ini karena diharapkan setelah mengikuti pelatihan bisa menambah perekonomian keluarga.


Selain itu, Yanieta menilai Kalengkang merupakan salah satu kerajinan khas kota Pontianak yang menjadi kearifan lokal. Motif dari sulaman Kalengkang sejak dahulu sangat bagus serta harganya cukup menjanjikan.


"Namun, karena pengrajin sulaman Kalengkang sangat sedikit yang masih aktif sehingga kita berusaha untuk melestarikan Sulaman Kalengkang ini," ucap Yanieta Arbiastutie, belum lama ini.


Agar pelatihan ini berjalan efektif, pihak Dekranasda Kota Pontianak juga selektif dalam memilih peserta. Ada berberapa persyaratan yang harus dimiliki peserta di antaranya harus memiliki dasar dalam menjahit dan peserta harus berusia di bawah 50 tahun.


Menurut Yanieta, persyaratan ini penting agar hasil dari pelatihan ini betul-betul maksimal diterima oleh peserta. Salah satu syaratnya harus punya dasar menjahit. 


"Menyulam ini perlu dasar menjahit. Kalau ibu ndak punya dasar menjahit, nanti sayang ndak bisa mengikuti," jelas Yanieta.


Lebih lanjut, Yanieta menjelaskan, pihaknya selalu mendapatkan masukan dari instruktur setelah beberapa kali mengadakan pelatihan. Dari keseluruhan peserta, ada beberapa peserta yang tidak maksimal menyerap keterampilan yang diberikan oleh narasumber, di antaranya disebabkan kurang konsentrasi, tidak mempunyai skill dasar dan faktor usia. Hal itu menjadi masukan bagi Dekranasda Kota Pontianak untuk mengevaluasi diri dalam mengadakan setiap pelatihan, 


"Narasumbernya complain, bukan kita mengada-ngada, tapi syarat itu memang mutlak diperlukan untuk mengikuti pelatihan ini, sehingga hasilnya maksimal," kata Yanieta kepada peserta. (din/hms/bah)