Minggu, 20 Oktober 2019


Lolos Seleksi Pendidikan Alih Golongan, 75 Bintara Polda Kalbar Siap Ikuti Sekolah Perwira

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 555
Lolos Seleksi Pendidikan Alih Golongan, 75 Bintara Polda Kalbar Siap Ikuti Sekolah Perwira

Kapolda Kalbar foto bersama peserta seleksi Pendidikan Alih Golongan Polri usai pengumman kelulusan, Senin (7/10/2019)

PONTIANAK, SP - 75 Bintara Polda Kalbar dinyatakan lulus untuk mengikuti pendidikan Pendidikan Alih Golongan (PAG) Tahun Anggaran (TA) 2019. Mereka pun berhak mengikuti pendidikan Calin Perwira Polri.

Para bintara yang lulus ini telah melalui tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran awal sebanyak 157 personil, hingga tersisa 85 personel, yang terdiri dari 84 personel Polki dan 1 Polwan. Mereka semua telah melalui seleksi tingkat Panda Polda Kalbar untuk program pendidikan alih golongan dari bintara ke perwira Polri TA 2019.

“Dari 85 Bintara Tinggi Polda Kalbar yang mengikuti sidang penetapan kelulusan, ada 75 yang dinyatakan lulus, sedangkan 10 orang lainnya gagal," ujar Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono, yang memimpin langsung sidang penetapan kelulusan seleksi Pendidikan Alih Golongan, Senin (7/10/2019).

Menurut Kapolda, anggota yang belum berhasil, jangan berkecil hati, dan tetap semangat dengan terus mempersiapkan diri untuk seleksi tahun depan. PAG Polri lanjutnya, adalah salah satu upaya dalam mewujudkan SDM Polri yang berkualitas.

“Dari pendidikan ini diharapkan dapat dihasilkan output perwira polri yang profesional, modern, dan terpercaya serta mampu bertindak sebagai penyelia tingkat pertama (first line supervisor) untuk melaksanakan tugas sebagai pemelihara kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” katanya.

Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan merupakan tahapan penting yang tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan upaya pembinaan sdm polri. melalui optimalisasi seluruh komponen pendidikan, disertai desain kurikulum berbasis kompetensi diharapkan dapat tercipta personel polri yang berkualitas pada aspek afektif, kognitif, serta psikomotorik.

Profesionalisme Polri, papar Kapolda, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aspek kompetensi yang akan dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. oleh karena itu, tugas, fungsi, dan peran lembaga pendidikan dan pelatihan polri sangat penting untuk merumuskan kebijakan pendidikan dan pelatihan dalam menjawab tantangan tugas yang semakin dinamis.

“Rekrutmen anggota polri saat ini, telah dilaksanakan dengan prinsip "betah" yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis serta clear and clean, artinya bersih dan tanpa masalah,” tutur Kapolda.

“Dan akhirnya, saya ucapkan selamat untuk kelulusan ini kepada seluruh calon peserta didik PAG TA 2019. Semoga saudara mampu mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan oleh lembaga dalam seleksi sidang kelulusan dari panitia SSDM Mabes Polri,” pungkasnya. (*)