Minggu, 20 Oktober 2019


Museum Kalbar Minim Fasilitas

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 106
Museum Kalbar Minim Fasilitas

FESTIVAL MUSEUM – Peragaan busana saat kegiatan Sepekan Festival Museum di halaman Museum Provinsi Kalbar, Senin (7/10).

PONTIANAK, SP - Museum Provinsi Kalimantan Barat di Jalan Ayani, Kota Pontianak sepi pengunjung. Hal itu karena museum, sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, minim fasilitas. Sejak dulu hingga kini, tak ada inovasi penggunaan media dan teknologi.

 

Padahal, Museum Provinsi Kalbar sebenarnya sudah masuk kategori tipe A dan menerima alokasi dana Rp2,5 Miliar. Sayangnya tak punya fasilitas laboratorium dan ruangan audio visual sebagai penunjang aktivitas kunjungan ke museum.

 

Kenyataan ini diakui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Provinsi Kalbar, Kusmindari Triwati.  

 

Kusmindari mengatakan Museum Provinsi Kalbar masih banyak memiliki kekurangan. Dari persoalan fasilitas, saat ini museum Provinsi Kalbar belum memiliki ruangan audio visual. Kemudian tidak memiliki laboratorium khusus untuk konservasi.

 

"Masih banyak yang harus kita benahi. Tadi Pak Wagub (Ria Norsan) juga meminta untuk diajukan," ucap Kusmindari saat diwawancarai usai pembukaan acara Sepekan Festival Museum di halaman Museum Provinsi Kalbar, Senin (7/10). Kegiatan yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar itu guna memperingati Hari Museum Nasional yang jatuh setiap 12 Oktober.

 

Dikatakan bahwa ruang audio visual bermanfaat untuk pengembangan pengetahuan. Di ruang audio visual, dapat ditampilkan film pendek.

 

"Jika tidak dibuat (ruang audio visual) ya seperti sekarang, museum hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah," katanya.

 

Berdasarkan data terakhir kunjungan ke museum, ada sekitar 8.000. Pada akhir tahun biasanya kunjungan ke museum akan meningkat.

 

Sekolah-sekolah juga sudah mengagendakan kunjungan ke Museum Kalbar. Museum memiliki tugas pelaksanaan edukasi kepada pengunjung. Kunjungan ke museum fluktuatif setiap tahun.

 

"Kita lihat masih banyak peminat yang berkunjung ke musem," tuturnya

 

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, ke depan juga telah dirancang agenda belajar bersama di museum dan museum masuk sekolah. Tahun ini juga sudah dilakukan pembelajaran meronce manik bagi anak berkebutuhan khusus.

 

"Kegiatan yang dilakukan juga banyak yang bermanfaat untuk masyarakat," katanya.

 

Saat ini, koleksi benda di Museum Provinsi Kalbar sebanyak empat ribu buah. Empat ribu tersebut terdiri dari keramik, naskah kuno, etnografi, kain, kayu logam dan lainnya. Selama ini, Museum Provinsi Kalimantan Barat hanya menggunakan dana dari pusat untuk kegiatan non fisik.

 

Aneka Lomba


Guna memeriahkan Sepekan Festival Museum itu, ada berbagai perlombaan yang akan diselenggarakan mulai 7 Oktober hingga 13 Oktober 2019. Dihelat juga Pameran Temporer dengan menampilkan jenis dan ragam hias wastra Kalimantan Barat yang berlokasi di Gedung Wawasan Nusantara.

 

Adapun jenis perlombaan itu di antaranya mewarnai tingkat TK, melukis tingkat SD kelas IV-VI, bertutur tingkat Guru TK dan PAUD, cipta dan baca puisi tingkat SMA/SMK dan mahasiswa se-Kota Pontianak.

 

Dan dipartisipasi  pameran dari museum Nasional Jakarta dan Museum Negeri "Lambung Mangkurat" Provinsi Kalimantan Selatan.

 

Sementara kegatan peragaan budaya ada 12 peragaan. Antara lain peragaan kisaran padi, menganyam tikar pandan, meronceng manik-manik, membuat pokok telok, cara memakai cawat, cara memakai kain sarung.

 

Kusmindari mengatakan bahwa tujuan diadakan lomba untuk mengedukasi dan menggaet para pelajar dan masyarakat umum lebih dekat kepada museum. Kegiatan lomba dan peragaan itu akan dibikin film durasi pendek.

 

“Rencananya akan dilaksanakan setiap tahun,” katanya.

 

 Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan meminta agar museum membuat inovasi agar menambah daya tarik kunjungan. Inovasi harus dilakukan agar masyarakat memiliki alasan untuk berkunjung ke museum.

 

Sebagai contoh dirinya menyebutkan di Kabupaten Mempawah ada Meriam Beranak. Hal tersebut membuat masyarakat penasaran dan akan mengunjungi Meriam Beranak tersebut. Selama ini orang hanya beranggapan museum sebagai tempat pengumpulan barang kuno.

 

"Harus ada daya tarik orang yang bisa menyebabkan berkunjung ke museum," ucapnya.

 

Untuk penambahan fasilitas Museum Provinsi Kalbar, dirinya meminta segera ada pengajuan agar dilakukan perbaikan. Saat ini yang terlihat hanya ada koleksi kain. Seharusnya ada penambahan barang bersejarah. Museum juga harus meningkatkan promosi agar adanya peningkatan jumlah kunjungan. 

 

Ia menjelaskan benda bersejarah di Kalimantan Barat saat ini masih banyak di koleksi oleh keraton-keraton di masing-masing daerah. Jika koleksi tersebut disimpan di museum maka akan lebih baik.

 

"Peninggalan di daerah pedalaman juga sebaiknya disimpan di museum," katanya.

 

Norsan meminta Kepada UPT Museum Provinsi Kalbar untuk memperkuat promosi dalam menarik minat masyarakat untuk datang ke Museum. 

 

"Kita harapkan UPT Museum dapat mempromosikan museum kepada masyarakat agar mau datang ke museum. Ayok Kita ke Museum," katanya.

 

Norsan juga menilai bahwa kegiatan Sepekan Festival Museum ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat sebagai wadah rekreatif dan edukatif bagi masyarakat.

 

Dikatakan bahwa museum sebagai sebuah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. 

 

"Museum juga merupakan lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak prihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan dan rekreasi," ingatnya. 

 

Mantan Bupati Mempawah ini juga menyadari betapa pentingnya memupuk kebersamaan dan menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang memiliki kebhinekaan, keunikan dan keanekaragaman. 

 

"Salah satunya tercermin pada kebudayaan daerah, yang tewujud dalam bentuk benda budaya dan nilai-nilai luhur yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, yang dapat memperkokoh dan memperkaya khasanah kebudayaan Indonesia," jelasnya.

 

Sementara salah satu siswi SMK 5 Pontianak, Valeria (16) mengapresiasi pameran itu dan sangat senang karena bisa menambah pengetahuan.

 

"Saya sangat senang bisa ke sini. Pameran juga rapih dan bagus. Ada penjelasan juga. Jadi, saya yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan bisa menambah pengetahuan dengan ada pameran ini," katanya. (din/put/ana/her/bah)

 

Pertunjukan Khas Daerah

 

Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar, Lismaryani Sutarmidji mengapresiasi pameran yang dilakukan oleh Museum Provinsi Kalbar. Dirinya mendorong masing-masing kabupaten, kota untuk menunjukkan khas daerahnya.

 

"Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi saya menyambut baik kegiatan karena bisa mempromosikan museum ini," ucapnya.

 

Dirinya juga menyampaikan agar museum bisa lebih menarik anak di Kalbar untuk mengunjungi museum. Segala koleksi di museum bisa untuk dieksplor dan diceritakan kembali. Ia menyebut Dekranasda bekerjasama dengan pihak museum mempertunjukkan karya dari 14 kabupaten, kota di Kalbar. (din/bah)