Minggu, 17 November 2019


Jalanan Kota Macet Parah

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1993
Jalanan Kota Macet Parah

MACET - Kemacetan terjadi di jalan menuju jembatan kapuas I Kota Pontianak, (14/10). Kemacetan itu dampak penutupan jembatan kapuas II karena pemasangan ikatan angin.

PONTIANAK, SP – Penutupan akses Jembatan Kapuas II di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya untuk pemasangan bracing atau ikatan angin berdampak kemacetan parah di sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak, Senin (14/10). 

Berdasar pantauan Suara Pemred, kemacetan terjadi di Jembatan Kapuas I, ruas Jalan Tanjungpura, Jalan Pahlawan, Jalan Gajahmada, Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Adi Sucipto, Jalan Sultan Hamid dan Jalan Panglima Aim dan Jalan Tanjung Raya Dua. Kemacetan terjadi sepanjang satu hingga tiga kilometer. 

Salah seorang pengendara, Rosita (32) harus duduk di trotoar pembatas dua ruas jalan di Jalan Tanjungpura. Sambil menggendong anaknya yang bayi, Rosita sedih tak tahu harus tiba jam berapa ke rumahnya di Jalan Tanjung Raya Dua. 

Sementara suaminya, tetap duduk di atas sepeda motornya yang tak bergerak karena macet. 

“Sudah lebih dari satu jam di sini. Motor bergerak lambat dan sesekali. Saya akhirnya pilih jalan kaki karena anak juga rewel,” kata Rosita sembari mengayun-ayun anaknya dalam gendongan kain. 

Rosita dan suaminya tak tahu ada penutupan akses Jembatan Kapuas II selama 20 hari dari pukul 12.00 WIB hingga 24.00 WIB sebagaimana tertulis di surat pemberitahuan dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar itu. 

“Kalau memang ada penutupan jembatan (Kapuas II), sebaiknya mulai ditutup saat malam saja biar gak macet kayak sekarang ini. Kalau malam kan orang sudah pulang kerja,” kata Rosita. 

Sementara salah seorang sopir truk yang mengantre kapal feri penyeberangan mengatakan, adanya pemindahan lalu lintas ini berdampak pada aktifitas perjalanannya. 

Tak hanya itu, kerugian materil juga dirasakan misalnya tidak adanya tempat memarkir truk ketika mengantre sebelum naik ke kapal penyeberangan. 

Dirinya mengantre sejak pukul 13.00 WIB, namun hingga pukul 16.00 wib masih tertahan di antrean penyeberangan. 

"Lebih enak lewat  tol (Jembatan Kapuas II) tadak macet," katanya. 

Pengendara lain, Abdul Malik (36) berharap Pemprov Kalbar meninjau ulang kebijakan penutupan akses Jembatan Kapuas II. Sebab, konsekuensinya sudah jelas terlihat yaitu kemacetan parah. 

“Banyak warga yang dirugikan oleh kemacetan ini. Sebaiknya pemprov menimbang ulang kebijakan waktu atau jam penutupan jembatan Kapuas II itu. Jangan mengorbankan masyarakat,” kata Malik. 

Malik yang terjebak kemacetan di Jalan Tanjungpura nyaris satu jam itu berharap penutupan Jembatan Kapuas II dimulai pukul 20.00 WIB. 

“Jam segini (sore,red) banyak orang pulang kerja. Tentu ingin cepat sampai di rumah. Istirahat. Bukan malah terjebak macet yang entah kapan akan terurai ini,” kesal Malik.

Akhirnya Dibuka

Mendapati kenyataan macet parah itu, pemprov akhirnya membuka Jembatan Kapuas II pada pukul 19.00 WIB, Senin (14/10) untuk dilintasi kendaraan. 

Gubernur Kalbar, Sutarmidji melalui akun facebooknya menulis penutupan Jembatan Kapuas II berubah dari kebiajakan sebelumnya. 

“(Jembatan Kapuas II) dibuka pada pagi dari jam 05.00 WIB hingga jam 10.00 WIB. Jam 10.00 WIB  hingga 15.00 WIB ditutup. Jam 15.00 WIB hingga 22.00 WIB dibuka. Jam 22.00 WIB hingga 05.00 WIB ditutup,” tulis Sutarmidji. 

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat, Manto Saidi sebelumnya mengatakan bahwa mulai Minggu, 13 Oktober 2019 Jembatan Kapuas II di Sungai Raya, Kubu Raya ditutup sementara waktu karena ada pemasangan ikatan angin (bracing di Jembatan Kapuas II).

“Sehubungan dengan dilaksanakannya pekerjaan pemasangan bracing Jembatan Kapuas ll di Kecamatan Sungal Raya, maka jembatan ditutup hingga 20 hari ke depan,” kata dia.

Manto menjelaskan penutupan akses jembatan tersebut dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak dan sekitarnya.

“Pekerjaan pemasangan bracing Jembatan Kapuas ll dl Kecamatan Sungai Raya tersebut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalbar,” ucapnya.

Lanjutnya, selama pekerjaan pemasangan bracing Jembatan Kapuas II dilaksanakan, maka arus lalu lintas kendaraan yang melewati Jembatan Kapuas ll dltutup dan dialihkan ke Jembatan Kapuas I.

“Dalam rangka meminimalisir tingkat kemacetan lalu lintas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pontianak sudah diminta untuk memperpanjang jam operasional di Dermaga Penyeberangan Bardan Siantan selama masa pekerjaan berlangsung,” jelas dia.

Sementara khusus untuk angkutan penumpang umum, baik bus sedang dan besar, angkutan barang, alat berat dan kontainer diharapkan agar menyesuaikan dengan jadwal operasional Jembatan Kapuas II yang telah ditentukan.

“Untuk kendaraan angkutan umum dan besar ikuti jadwal dibukanya akses jembatan guna menghindari terjadinya kemacetan dan memenuhi daya dukung Jembatan Kapuas l,” jelasnya. (sms/bah/ant)

Operasional Feri Penyeberangan Ditambah

Kabid LLAJ Dinas Perhubungan kota Pontianak, Ahmad Sudiantoro mengatakan pihaknya melakukan penertiban lalu lintas di dua akses jalan utama, yakni di perempatan lampu merah Jalan Tanjungpura serta di Jalan Thamrin Usman yang menuju akses ke Siantan melalui feri penyeberangan. 

"Jadi, sebagaian besar anggota dishub kita konsentrasikan ke (kawasan) Thamrin Usman menuju feri penyebrangan," katanya. 

Tak hanya itu, sesuai dengan instruksi Gubernur Kalbar, jam operasional petugas pengamanan lalu lintas juga ditambah. Hal ini agar akses dari dalam kota menuju luar kota tetap tertib. 

Pada akses feri penyeberangan sendiri, pihaknya menekankan agar kendaraan yang memiliki kapasitas lebih dari lima ton dilarang menyeberang menggunakan feri. Hal ini untuk menyeimbangi kapasitas feri. 

Selain imbauan penutupan jalan, surat pemberitahuan itu juga menjelaskan khusus angkutan penumpang umum, baik bus sedang maupun bus besar, angkutan barang, alat berat, dan kontiner diharapkan agar menyesuaikan dengan jadwal operasional jembatan Kapuas II. 

"Jadi, saya meminta agar masyarakat bersabar karena ini untuk kepentingan kita bersama, perbaikan Kembatan Kapuas (dua)," tutur Ahmad. (sms/bah)