Sabtu, 16 November 2019


Empat Mata Kucing Ditusuk

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 531
Empat Mata Kucing Ditusuk

Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Mata seekor kucing tertusuk kayu menggemparkan masyarakat. Tak hanya satu ekor, komunitas pencinta binatang mencatat ada empat ekor kucing yang matanya tertusuk kayu pada Oktober 2019 ini. 

Pencinta kucing, Paulina mengungkapkan bahwa dirinya telah menangani kucing dengan kondisi mata tertusuk kayu. Paulina meyakini kayu itu sengaja ditusuk oleh seseorang entah dengan alasan apapun.

Paulina adalah pemilik akun instagram @auntylovecats. Sejak akhir 2014, ia sudah aktif merawat kucing jalanan secara mandiri. Saat ini sudah 28 ekor kucing yang dirawatnya.  

Melalui akun instagramnya itu, beberapa minggu lalu ia memposting tiga foto anak kucing yang kondisinya sangat memprihatinkan. Ketiganya dalam kondisi mata tertusuk kayu.

 “Saya tidak menemukan langsung, namun banyak laporan yang masuk ke akun Ig (instagram) saya karena saya fokus terhadap review kucing jalanan. Tapi saya bukan shleter atau komunitas, saya berdiri sendiri,” kata Paulina. 

 Pada Sabtu (5/10), seorang yang berteman di akun instagramnya mengirim sebuah pesan direct massage (DM). Isinya, bahwa ada seekor kucing yang sudah memprihatinkan kondisinya karena mata sebelah kiri diduga ditusuk kayu oleh seseorang. Lengkap dengan foto keadaan kucing itu.

Anak kucing diperkirakan baru berumur sekitar dua hingga tiga bulan, ditemukan di sekitar lokasi Jalan Untung Surapati, Pontianak Selatan.  

 Kata seseorang yang mengiriminya pesan itu, anak kucing tersebut sudah dibawa ke klinik hewan terdekat, namun masih kekurangan dana untuk melunasi tagihan klinik.

 “Saya bantu, saya lihat keadaan kucing itu dan tanya kejadiannya. Kucing itu sebenarnya kucing mereka, bukan kucing jalanan, memang biasa dilepas bebas dan tidak dikandangin,” kata dia.

 Malam sebelum ditemukan tertusuk, kucing yang diberi nama Bunga itu sempat dikabarkan hilang. Pada pagi harinya, Minggu (6/10) ditemukan tergeletak dengan kondisi mata tertusuk kayu di sebuah rumah kosong tak jauh dari rumah pemiliknya.

 “Cuma masih hidup dan kemudian dibawa ke klinik Purnama,” ujarnya.

 Sehari setelah dirawat, Senin (7/10) barulah ia datang, melihat kondisi Bunga itu di klinik.

 Di hari yang sama, saat Bunga dibawa ke klinik, saudara kandung Bunga juga ditemukan tergeletak di rumah kosong itu. Namun sayangnya, kata Paulina, nyawanya tak tertolong.

 Paulina mengunngkapkan bahwa sebetulnya kasus ini adalah kejadian ketiga. Seminggu sebelumnya atau tepat Selasa (24/10), informasi kejadian yang sama juga didapatinya. Kebetulan anak kucing itu juga dirawat di klinik yang sama.

 Namun, tindakan medis pada kucing pertama hanya sebatas operasi pencabutan kayu saja, sehingga menyebabkan terjadi infeksi.

 “Lalu coba hubungin (yang punya kucing) untuk dibantu, karena kan yang kita utamakan menyelamatkan jiwa si mpus (kucing) dulu,” ujarnya.  

 Kemudian, dia meminta izin kepada pemiliknya untuk dibawa pulang dan dirawat olehnya.

“Dia (pemilik kucing) bilang boleh karena di rumah juga tidak bisa dirawat. Itu pun pernah juga dibuang bapaknya karena bapaknya tidak suka kucing,” ungkapnya.

 Paulina kembali membawa anak kucing itu ke klinik untuk dirawat. Namun sayangnya, kucing itu masih dalam kondisi radang sehingga tidak bisa dilakukan operasi.

 Operasi ditunda kembali, karena dokter tersebut tengah berhalangan sampai akhirnya Jumat (18/10) baru dilaksanakan operasi.

 Menurut penjelasan sekitar lokasi kejadian, kata Paulina, masyarakat juga menyebutkan bahwa kucing mereka kerap hilang, bahkan sampai ditemukan mati dengan kondisi mata ditusuk.

 “Tapi tidak dipublish,” ungkapnya.

 Pada Sabtu (19/10), kabar yang sama kembali Paulina terima. Lokasinya di sekitar Pasar Flamboyan Pontianak. Hari itu kondisi tengah hujan deras, ia meminta agar temannya yang memberi informasi agar segera membawa anak kucing itu ke dokter hewan terdekat di Jalan Budi Karya.

 “Lalu setelah itu, kita bawa dokter yang dekat di (Jalan) Budi Karya. Sudah basah dan dingin banget dan dibius. Kasih suntikan tidak pendarahan, tiga suntikan dan dioperasi,” ungkapnya.

 Di lokasi ini, Paulina menduga dilakukan oleh Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK), yang sering berkeliaran di Pasar Flamboyan. Dugaannya tidak datang begitu saja, melainkan berdasarkan cerita pedagang dan pengamen yang biasa mangkal di pasar tersebut, pernah menyaksikan ODMK tersebut menyiksa kucing di sekitar pasar dengan cara melempar batu tanpa sebab.

 “Bahkan, kata mereka, hampir setiap hari kejadian yang sama. Kadang ada dua mata yang ditusuk lalu kemudian dibuang ke selokan,” ujarnya. 

 Dengan kejadian ini, kata Paulina, sebetulnya Senin (19/10) beberapa komunitas yang fokus terhadap kucing ingin melaporkan kejadian tersebut ke Polresta agar diusut tuntas siapa pelaku yang menyiksa kucing itu.

 “Teman-teman bersikeras bahwa kejadian ini akan dilaporkan ke Polresta. Tapi kelanjutannya saya tidak tahu, karena teman-teman juga bingung, siapa pelakunya,” kata Paulina.

“Kami sebenarnya tahu bahwa hukum di Indonesia belum jelas. Kami perjuangkan pun bakalan sia-sia, tapi kami tidak akan putus asa karena ini taruhannya nyawa. Hewan-hewan yang disiksa itu di luar akal sehat. Kalau dibiarkan mau berapa banyak lagi korban,” katanya.

 Tak hanya itu, dia juga mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Pontianak untuk mengamankan ODMK yang berkeliaran di sekitar Pasar Flamboyan.

Sebagaimana dijelaskan Paulina terkait penganiayaan kucing di Pasar Flamboyan, anggota Komunitas Doglover, Yulianti (20) juga mengetahui hal itu. Dijelaskan bahwa ia mendapatkan informasi ada kucing yang matanya tertusuk kayu di dalam kantong. 

"Kondisinya lemah dan basah kuyup, seperti menahan sakit dengan memegang kayu dengan kaki dan tangannya," ungkap Yuli.

Bahkan, Yuli mengaku sudah empat ekor kucing tertusuk di lokasi Pasar Flamboyan. 

Bola Mata Rusak

Salah satu dokter hewan yang menangani kucing yang dianiaya itu yakni Drh Maulid Dio. Dokter Hewan Purnama di Jalan Purnama Kota Pontianak ini mengatakan bahwa kucing malang itu dibawa oleh Hasan dan Sila pada 5 Oktober lalu. 

“Datang ke klinik dengan keluhan mata kucing tertusuk kayu. Klien itu bilang menemukan kucing itu berada di sekitaran rumah Sila," katanya, Minggu (20/10).

Dio, panggilannya, dan tim dokter lain lantas melakukan observasi, melakukan operasi pengangatan kayu tersebut dari bola matanya yang sudah rusak. 

"Kita lakukan operasi dan memakan waktu kurang lebih satu jam. Kayunya berhasil kita angkat dari bola mata. Kucing tersebut sempat dirawat inap dua hari dari tanggal 5-7 Oktober,” ungkap Dio.

Dalam kurun waktu dua hari itu, kata Dio, kucing tersebut sudah bisa makan dan kondisi mata yang sudah membaik atau tidak terlalu bengkak. 

Berdasar patologi, Dio menyatakan dua kemungkinan kayu yaitu bisa ditusuk atau tertusuk. Namun, kliennya bilang ada anak kecil yang menusuk mata kucing itu. 

“Dan kalau tidak salah anak kecil itu mengalami keterbelakangan mental,” kata Dio. 

Sementara panjang kayu itu kisaran 20 cm dan panjang kayu yang menusuk ke dalam mata kucing itu kisaran 8-10 cm dan hampir dekat dengan telinga. 

"Tindakan penyimpangan perilaku ini tidak hanya penusukan kayu, namun ada beberapa penyimpangan lainnya seperti pemasangan karet testis di kaki belakang (kucing) sampai membusuk dan leher," ungkap Dio. 

Dokter lain yang menangani penganiayaan kucing yakni Drh Yeriko. Dokter yang membuka praktek dengan nama Borneovet ini mengungkapkan bahwa pihaknya harus mengoperasi kucing untuk mengangkat kayu yang tertusuk di mata kucing itu. 

"Kita lihat dari pemeriksaan terakhir itu cukup bagus, namun lecet di samping matanya. Namun parahnya, walaupun tidak mengenai mata, cuma terkena bagian tepinya dan itu meninggalkan luka bolong yang cukup besar," ungkap Yeriko. 

Efeknya, ada beberapa otot yang berfungsi untuk menggerakan mata kemungkinan tidak berfungsi dengan baik. Yeriko sudah membersihkan bagian dalam mata yang tertusuk itu dari serpihan kayu. Namun, dirinya tidak bisa memastikan apakah masih ada serpihan kayu yang tertinggal

“Saat kejadian kemarin, darah yang keluar cukup banyak. Walaupun kayu sudah kita angkat dan pendarahan besar bisa kita hentikan, namun masih ada pendarahan sedikit, dan ini akan kami pantau terus,” kata Yeriko.

Walaupun kondisi mata kucing cukup bagus, kata Yeriko, kemungkinan ke depan bola mata kucing yang diberi nama Flamboyan itu akan diangkat. Yeriko khawatir terjadi infeksi. Sebab, mata sangat rentan dan sensitif terhadap apapun. 

"Target utama kami yaitu antisipasi pada infeksi, kemudian pada pendarahan susulan. Untuk ke depan, kalau seandainya kondisi membaik, kita lihat (jika) respons matanya cukup baik, kita berharap matanya dapat dipertahankan. Tapi jika kondisi matanya buruk, ada kemungkinan matanya diangkat," ungkapnya.

Dikatakan bahwa kucing yang dibawa ke Borneovet baru satu ekor, tapi dari informasi yang beredar ada empat ekor kucing yang mengalami hal serupa. 

Sementara Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKB Rully Robinson ketika dikonfirmasi mengatakan jika laporan mengenai kasus ini dilaporkan oleh masyarakat, maka pihaknya akan melakukan gelar perkara.

 “Kita akan gelarkan dulu untuk menindaklanjuti laporan itu,” ujarnya singkat. (sms/put/bah)