Minggu, 17 November 2019


Sutarmidji Jadi Keynote Speaker di Seminar Regional Fisip Untan

Editor:

Bob Soeryadi

    |     Pembaca: 740
Sutarmidji Jadi Keynote Speaker di Seminar Regional Fisip Untan

FOTO BERSAMA - Civitas akademi Fisip Untan foto bersama dengan Gubernur Kalbar dan Rektor Untan.

PONTIANAK, SP - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan, persiapan pembentukan Provinsi Kapuas sudah hampir 100 persen. 

Demikian disampaikannya ketika menjadi narasumber pada Seminar Regional yang digelar oleh Mahasiswa Fisip Universitas Tanjungpura Pontianak, di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu (2/11). Kegiatan ini mengangkat tema "Perencanaan Pemekaran Kapuas Raya dengan Semangat dan Cita -Cita Untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah oleh Pemimpin Daerah".

"Untuk fisiknya, tahun depan kita mulai, tapi sebutannya tetap perkantoran pemerintah dan tidak boleh disebut Kapuas Raya. Namun, diperuntukan itu," kata H Sutarmidji, Sabtu (2/11).

Dikatakannya, Pemprov Kalbar juga mengupayakan ini semua menjadi bagian dari persiapan. 

"Saya berharap, semuanya satu suara, karena ini saya melanjutkan yang dari lalu tinggal kita memperjuangkan bersama. Jadi semuanya kita siap," harapnya.

Mantan Wali Kota Pontianak ini juga akan tetap membawa persoalan ini ke Ketua DPRD Kalbar defenitif, dan akan bertemu dengan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD). 

Midji mengatakan, peluang Provinsi Kapuas Raya terbentuk sangat besar. Sebab, dalam Undang-Undang Nomor 23, menyatakan bahwa prioritas pemekaran itu adalah Provinsi Perbatasan.

"Kita provinsi perbatasan, itu jelas amanat undang-undang yang harus dilaksanakan. Kita juga sampaikan data-data tentang ini dan saya pastikan Provinsi Kapuas Raya itu tidaklah gagal dan sebagainya," ujarnya. 

Jika nanti disetujui, maka terlebih dahulu menjadi provinsi persiapan selama tiga tahun, dan operasionalnya masih ditanggung oleh provinsi induk.

"Pagunya supaya jelas, pagu minimal Pendapatan Asli Daerah di lima kabupaten yang didapat dari lima wilayah ini, kita kembalikan 70 persen untuk wilayah operasional itu. Kenapa 70 persen, karena ada hak daerah tingkat dua yaitu 30 persen. Daerah tingkat dua itu punya hak 30 persen atas pajak dan distribusi daerah dan itu patokannya," pesannya. 

Sementara itu, Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Dr Garuda Wiko SH MSi mengapresiasi Seminar Regional yang digelar oleh Mahasiswa Fisip Untan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (2/11) pagi.

"Selamat dan apresiasi setinggi- tingginya saya berikan kepada mahasiswa, alumni, kolega dosen, Pak Dekan dan Pak Wakil Dekan III Fisip Untan," ucapnya.

Diketahui, acara ini digelar dalam rangka Milad ke-54 Fisip Untan Pontianak.

Seminar yang mengangkat tema "Perencanaan Pemekaran Kapuas Raya dengan Semangat dan Cita -Cita Untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah oleh Pemimpin Daerah" ini dihadiri juga Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji serta utusan dari lima pemerintah kabupaten.

"Ini kegiatan yang sangat membanggakan. Dipersiapkan rapi, dilaksanakan lancar dan diakhiri dengan rekomendasi yang sangat bermakna untuk pembentukan Provinsi Kapuas Raya," tutur Rektor Untan.

Senada juga disampaikan oleh Ketua Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alummi Fisip Untan Kota Pontianak, Ikhsan. Ia mengucapkan terimakasih atas apresiasi Sutarmidji, selaku Gubernur Kalimantan Barat telah hadir memberikan pemaparan secara jelas kepada semua peserta Seminar Regional yang digelar oleh Fisip Untan dalam momen rangkaian Milad Fisip Untan ke-54.

"Apa yang disampaikan, dan alasan mengapa harus dilakukan pemekaran adalah kehendak masyarakat daerah yang merasakan adanya ketimpangan pemerataan pembangunan," katanya.

Menurutnya, selama ini daerah atau kabupaten yang berdekatan dengan pusat kekuasaan, seperti ibukota, cenderung lebih mendapatkan perhatian daripada daerah yang jauh dari pusat kekuasaan, sehingga daerah tersebut merasakan adanya ketimpangan pemerataan dan keadilan dari pemangku kekuasaan.

"Salah satu contoh pembangunan serta kurangnya perhatian pembangunan dari pemerintah provinsi dan kabupaten induknya, menyebabkan tingkat perekonomian masyarakat sangat rendah yang berakibat semakin tingginya tingkat kemiskinan yang ada," ungkap Ikhsan.

Untuk itu, dirinya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Kalbar, terkait butuh peran dan kerja sama semua pihak dalam mewujudkan Pemekaran Prov Kapuas Raya, agar bisa mengembangkan dan membawa kemajuan daerah.

"Saya juga mengajak semua Alumni Fisip Untan untuk tetap memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan di daerah dimanapun, karena sejatinya Alumni Fisip Untan harus mampu menjadi penggerak utama dalam setiap perubahan-perubanhan untuk kemajuan pembanguanan di semua aspek," ajaknya.

Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan terimakasih banyak kepada jajaran akademika kampus Fisip Untan yang terus bersinergi dengan IKA Fisip Untan Kota Pontianak dalam menyukseskan segala program kerja kampus Fisip Untan dan kegiatan-kegiatan mahasiswa, khususnya.

"Ini merupakan bukti bagi kami bahwa IKA Fisip Untan siap untuk selalu berkontribusi bagi nama besar Fisip Untan," pungkasnya. (bob)


  •