Minggu, 17 November 2019


BPJS Kesehatan Sarasehan Bersama TNI

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 84
BPJS Kesehatan Sarasehan Bersama TNI

SARASEHAN - BPJS Kesehatan melakukan sarasehan dan sosialisasi pada TNI di Hotel Mercure Pontianak pada Kamis (7/11). SUARA PEMRED/ SURIA MAMANSYAH

PONTIANAK, SP – Dalam upaya meningkatkan pemahaman serta pengetahuan peserta mengenai manfaat program JKN-KIS, BPJS Kesehatan melakukan sarasehan dan sosialisasi pada TNI di Hotel Mercure Pontianak pada Kamis (7/11).

Adapun beberapa unsur yang ikut dalam kegiatan ini adalah TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut serta TNI Angkatan Udara.

Sebagai badan hukum yang dibentuk oleh pemerintah untuk mewujudkan terlaksanannya program JKN tersebut yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia, dijelaskan Deputi Direksi Wilayah Banten, Kalbar dan Lampung BPJS Kesehatan, Fachrurazi, BPJS selalu berpedoman pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS Pasal 14 yang menyatakan bahwa setiap orang termasuk orang asing yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia wajib menjadi peserta program jaminan sosial.

“Termasuk untuk anggota TNI baik pegawai sipil maupun militer,” terangnya.

Acara itu juga dihadiri Dirkes Ditjen Kuathan Kementrian Pertahanan RI, Direkur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Wakapuskesad, Kadiskesal, Kadiskesau, Pangdam XII/TPR, Danlantamal XII Pontianak, Danlanud Supadio, Deputi Direksi Pelayanan Peserta, dan Aderai sebagai brand ambassador BPJS Kesehatan.

Fachrurazi mengatakan bahwa tujuan kegitan ini adalah sosialisasi terhadap program JKN-KIS yang diselangggarakan oleg BPJS Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2014. Fokusnya adalah terkait dengan apa saja yanag menjadi kebijakan serta informasi terbaru dalam penyelenggaraan program tersebut, mempertajam upaya optimalisasi pelayanan kesehatan baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutann, khusus bagi TNI.

Sebagai mitra BPJS kesehatan, dia menyebutkan bahwa pihaknya wajib memberikan edukasi serta update terkait dengan kebijakan atau informasi terbaru program JKN-KIS. Tujuannya, agar peserta dapat memperoleh manfaat yang sesuai dengan haknya melalui sistem prosedur yang benar.

“Banyak sekali kasus-kasus yang berkembang di media massa dikarenakan peserta yang tidak mengikuti prosedur ata ketentuan yang berlaku, baik itu karena ketidaktahuan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa kepuasan peserta menjadi fokus utama BPJS Kesehatan. Maksudnya, pemahaman peserta terhadap program JKN-KIS tersebut tentu akan mempermudah peserta memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Sistem pelayanan di era JKN, kata dia mengutamakan optimalisasi di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, klinik pratama, maupun dokter praktek perorangan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyatakat.

“Sehingga fasilitas kesehatan tingkat pertama bukan hanya berfungsi sebagai pembuat rujukan semata,” tegasnya.

Kata dia, melalui mekanisme pelayanan kesehatan yang berjenjang ini diharapkan fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat menjalankan perannya secara signifikan dan komperhensif.

“Jika dirasa pasien yang merupakan peserta JKN-KIS perlu penanganan spesialistik baru dirujuk ke dokter spesialis yang ada di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan seperti rumah sakit,” terangnya.

Untuk itu, dia memintah agar BPJS kesehatan terus berupaya melakukan sosialisasi baik secara langsung maupun tidak kepada masyarakat. Hal ini agar peserta ketika akan memanfaatkan haknya dapat mengikuti prosedur yang berlaku.

“Kegiatan sosialisasi ini akan terus digencarkan, selain merupakan kewajiban, kegiatan ini juga diharapkan akan meningkatkan pengetahuan peserta untuk terus menjaga kesehatan yaitu di antaranya dengan cara menerapkan pola hidup sehat mulai dari lingkungannya,” ucapnya.

Dala acara tersebut juga diadakan kegiatan monitoring dan evaluasi ke fasilitas kesehatan milik TNI yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di wilayah Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Di antaranya adalah RSAU dr. Mohammad Sutomo yang merupakan milik TNI AU, Rs. Tk. II Kartika Husada milik TNI AD, Klinik Ambara Asata Lanud Supadio milik TNI AU, Poskes Kubu Raya milik TNI Adm serta BK Lantamal XII Pontianak milik TNI AL.

Sementara tim yang melakukan supervisi di antaranya adalah dari TNI yakni Dirkes Ditjen Kuathan Kementerian Pertahanan RI, Wakapuskesad, Kadiswesal, Kadiskesau, serta Deputi Direksi Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan.

Pada kesempatan itu, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan aplikasi Mobile JKN. Sebuah aplikasi yang mempermudah masyarakat baik yang sudah menjadi peserta JKN-KIS maupun yang belum terdaftar.

Adapun kemudahan yang bisa diakses oleh masyarakat dalam aplikasi tersebut di antaranya adalah kemudahan membayar dan mengubah data peserta, kemudahan mengetahui informasi data peserta dan keluarga, kemudahan mengetahui informasi tagihan dan pembayaran iuran, kemudahan mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan dan kemudahan menyampaikan pengaduan serta permintaan informasi seputar JKN-KIS. (sms/bob)