Jumat, 13 Desember 2019


Mobile JKN Permudah Layanan Peserta JKN-KIS

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 112
Mobile JKN Permudah Layanan Peserta JKN-KIS

Ilustrasi Mobile JKN

PONTIANAK, SP – Aplikasi Mobile JKN mempermudah para peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mendapat layanan. Inovasi BPJS Kesehatan ini dapat diakses dari genggaman.

Ramses (33), salah satu peserta JKN-KIS asal Pontianak. Suatu waktu, kartu JKN-KIS milik istrinya hilang. Namun di saat sama, sang istri harus berobat ke dokter. Tentu tak ada waktu untuk mengurus pergantian kartu.  

“Setelah mencari informasi saya download aplikasi Mobile JKN. Di mana kartu virtual/kartu digital dapat diakses melalui handphone dan dapat digunakan untuk berobat. Alhamdullilah tidak ada masalah. Waktu saya berobat di salah satu klinik swasta yang merupakan faskes pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ceritanya kemarin.

Sebagai seorang jurnalis, ponsel pintar memang tak lepas dari pekerjaannya. Aplikasi yang dapat diunduh secara bebas itu pun, ternyata mampu mengakomodir kebutuhan peserta JKN-KIS yang akan melakukan perubahan administrasi kepesertaan.

Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, Dwi Restiyanti mengatakan BPJS Kesehatan selalu berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS. Beberapa inovasi diciptakan untuk mempermudah peserta mengakses layanan.

“Aplikasi Mobile JKN merupakan aplikasi yang memberikan kemudahan,” katanya.

Lewat aplikasi ini, peserta mendapatkan kemudahan mendaftar dan mengubah data peserta, mengetahui informasi data peserta dan keluarga, mendapatkan informasi tagihan dan pembayaran iuran, kemudahan mendapat pelayanan di faskes, menyampaikan pengaduan dan permintaan informasi.

“Selain itu peserta tidak perlu khawatir tidak membawa fisik kartu saat ingin mendapatkan layanan cukup menunjukan KIS Digital peserta dapat mengakses layanan yang dibutuhkan,” tutur Yanti.

Dia mengingatkan agar seluruh masyarakat yang akan mengakses pelayanan kesehatan tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Jika sakit tidak dalam keadaan darurat, peserta terlebih dahulu berobat melalui faskes tingkat pertama, tempat peserta terdaftar.

“Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka dokter yang menangani akan merujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan melalui rujukan online. Melalui rujukan online peserta tidak perlu lagi membawa berkas secara manual. Melalui aplikasi peserta sudah mendapat kepastian pelayanan di rumah sakit sesuai dengan kebutuhan peserta,” jelasnya.

Dia meyakinkan, adanya penyesuaian iuran yang telah ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, tentu akan diiringi dengan peningkatan pelayanan kesehatan program JKN-KIS.

“BPJS Kesehatan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS melalui inovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Semua pihak punya andil besar untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Ini adalah tugas besar yang harus dijalankan bersama oleh semua pihak mulai dari kementerian/lembaga, khususnya Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, Pemerintah Daerah, manajemen fasilitas kesehatan serta tenaga kesehatan,” tutupnya. (ril)