Sabtu, 25 Januari 2020


November, Tekanan Harga di Kalbar Menurun

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 138
November, Tekanan Harga di Kalbar Menurun

Ilustrasi aktivitas jual beli di pasar rakyat.

PONTIANAK, SP - Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Yusuf Rigin mengatakan pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Barat pada November 2019 mencatatkan deflasi sebesar 0,13 persen (month to month (mm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mengalami Inflasi sebesar 0,04 persen (mtm). 

Deflasi tersebut utamanya disumbangkan oleh deflasi pada kelompok volatile food (VF) sebesar 0,16 persen. Hal itu mengakibatkan tekanan harga di Kalbar pada November 2019 menurun.

"Namun demikian secara tahunan, perkembangan IHK November 2019 mencatatkan inflasi sebesar 3,20 persen (years on years (yoy), turun dan inflasi bulan Oktober 2019 sebesar 3,50 persen (yoy)," jelas Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Kalbar, Yusuf Rigin, Kamis (5/12).

Dia menjelaskan kelompok VF mencatatkan deflasi seiring dengan penurunan harga beberapa komodltas bahan makanan. Kelompok VF pada November 2019 mencatat deflasi 0.73 persen (mm), jauh Iebih dalam dibandingkan dengan deflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0.02 persen (mm).

Deflasi VF terutama didorong oleh penurunan harga komoditas seperti cabai rawit, ikan tongkol, kacang panjang, ikan kembung, serta ketimun. Menurut dia deflasi lebih dalam pada kelompok VF tertahan oleh komoditas jeruk, daging ayam ras, bawang merah, bayam serta jagung manis yang masih mengalami kenaikan harga.

"Secara tahunan, inflasi kelompok VF tercatat 3,89 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan Oktober 2019 sebesar 4,52 persen (yoy)," jelasnya. 

Sesangkan Kelompok administered prices (AP) juga mencatatkan deflasi, meskipun tidak sedalam kelompok VF. Kata Yusuf, kelompok AP pada November 2019 mencatat deflasi sebesar 0,41 persen (mtm), Iebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0.27 persen (mm). 

Deflasi kelompok AP masih disebabkan oleh koreksi tarif angkutan udara dan rendahnya permintaan akibat low season. Sementara secara tahunan, perkembangan inflasi kelompok AP tercatat 2,41 persen (yoy) pada November 2019 atau lebih rendah dibandingkan dengan bulan Oktober 2019 sebesar 3,47 persen (yoy). 

Di sisi lain inflasi kelompok Inti (tare inflation) dapat terjaga relatif stabil dibandingkan dengan bulan lalu. lnflasi inti pada November 2019 tercatat sebesar 0,18 persen (mtm), same seperti bulan sebelumnya Oktober 2019. 

Secara tahunan, inflasi inti pada November 2019 tercatat 3,29 persen (yoy), menurun ditipis bandingkan dengan Oktober 2019 sebesar 3,30 persen (yoy). Inflasi pada kelompok inti masih dipengaruhi oleh kenaikan harga sotong, sebagaimana bulan lalu. 

"Menjelang akhir tahun, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar tetap konsisten dalam mendorong upaya-upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah, guna memastlkan inflasi tetap rendah dan stabil," katanya.

Inflasi Kalbar 2019 diperkirakan akan berada di bawah titik tengah rentang sasarannya 3,5 +- (kurang lebih) 1 persen dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0 +- (kurang lebih) 1 persen pada 2020. (iat/bah)