Minggu, 26 Januari 2020


Pemuda Pontianak Bisa Menjadi Pemain dan Pasar

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 220
Pemuda Pontianak Bisa Menjadi Pemain dan Pasar

Ilustrasi

Revolusi Industri 4.0 akan mendorong terjadinya disrupsi. Dimana akan terjadi perubahan besar di segala sektor yang menyangkut kehidupan manusia, khusus sektor ekonomi. Mau tidak mau kondisi tersebut harus siap dihadapi oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia. 

Di Indonesia sendiri, selain menghadapi Revolusi Industri 4.0, saat ini di beberapa daerah dalam prosesnya mengalami bonus demografi. Dalah satunya di Kota Pontiannak. Baik itu Revolusi 4.0 dan bonus demografi mempunyai sisi positif dan negatif, sehingga jika tidak siap menghadapinya akan mendatangkan kerugian.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Yandi mengatakan, Kota Pontianak saat ini sudah mengalami bonus demografi. Oleh karena itu dirinya meminta kepada Pemerintah Kota Pontianak untuk membuat program yang mampu meningkatkat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khusus anak muda di Kota Pontianak.

"Kota Pontianak saat ini sudah mengalami bonus demografi, coba lihat warung Kopi banyak anak-anak muda yang nongkrong. kita sudah mengalami itu," ujar Yandi setelah menjadi pembicaraan dalam kegiatan ngopi dan diskusi dengan tema "Indonesia milik siapa? yang diselenggarakan oleh DPD KNPI dan DPD WIMNUS Kalbar, di Liwa Cafe Jl. Kesehatan, Kota Pontianak, Sabtu (11/1).

Menurut Yandi, Pemkot Pontianak harus memfasilitasi kebutuhan pemuda saat ini, terutama meningkatkan kualitas mereka, sehingga siap bersaing dengan yang lain. 

Pemerintah mempunyai kewajiban membantu generasi muda untuk merealisasikan apa yang mereka pikirkan, dengan membantu mereka untuk mencapai hal-hal yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan mereka, baik sosial maupun ekonomi.

"Sekarang tugas kita di pemerintahan adalah bagaimana mengakomodir pikiran-pikiran anak muda ini untuk menjadi sesuatu. Karena kedepan itu yang dibutuhkan," jelas dia.

Kota Pontianak sebagai ibu kota provinsi, ke depan juga akan menjadi penyangga ibu kota negara jika sudah pindah ke Pulau Kalimantan. Sehingga semua aspek harus sudah dipersiapkan dan tidak ada pengelompokan sektor-sektor tertentu. 

“Sekalipun ada yang di perioritaskan yaitu bagaimana angkatan kerja yang besar karena bonus demografi, harus terserap. Makanya penting dipikirkan bagaimana anak muda ini tidak jadi pengangguran, karena jika pengangguran besar akan bahaya,” katanya.

"Supaya mereka tidak jadi pengangguran investasi harus masuk, dorong semua, supaya pertumbuhan ekonomi meningkat. Kita tau daerah kita tidak punya potensi apapun sekarang, hanya mengandalkan wisata datang, maka kita sebagai kota dagang dan jasa semua harus diciptakan iklim kondusif dan baik," imbuh Yandi. 

Sementara, Presiden OIC Youth Indonesia, Syafii Efendi mengatakan, kehadiran pemuda akan lebih signifikan disaat sebuah negara atau daerah mengalami revolusi industri 4.0 dan bonus demografi. Karena di kondisi tersebut pemuda bisa menjadi pemain dan pasar. Kelebihan bonus demografi akan memaksa korporasi untuk mencari anak muda lebih banyak.

“Bonus Demografi ini bisa jadi kekuatan. Bisa jadi petaka. Kekuatannya adalah usia produktif tinggi, maka pekerjaan akan semakin bagus dan anak muda terwakili. Malapetakanya adalah ketika bonus ini over, tapi tidak tertampung. Pengangguran baru yang terdidik akan over dan ini akan menjadi masalah baru diruang sosial negara kita," katanya. 

Pemerintah menurutnya harus memperbanyak pelatihan/pembinaan dan memperkuat networking kalangan anak muda. Sehingga anak muda Kota Pontianak punya karakter untuk mempertahankan diri, dengan kekuatan beradaptasi. 

"Ini harus dilakukan pemerintah, pemerintah harus peran aktif menyelenggarakan pemberdayaan pemuda di ruang publik seperti ini, sehingga anak mudanya punya karakter," jelas Syafii.

Dia mendorong pemuda Kota Pontianak mempunyai target yang tinggi, jika pemuda mempunyai target 10, maka dia bisa dapat 7 atau 8 bahkan sempurna. Contohnya jika targetnya menjadi pengusaha jatuh-jatuhnya direktur menajer, tapi kalau targetnya jadi pengangguran jatuhnya pengangguran. Oleh karena itu anak muda harus memicu diri untuk menuju level tertinggi. 

"Kalbar punya potensi, kekayaan alam yang mempuni, kedua penduduknya cukup banyak, terpenting Kalbar punya penduduk yang solid dalam keberagamannya. Kalbar ini sudah dewasa atau kondusif, cuma perlu di produktifkan lagi, agar tidak bertengkar didalam, tapi bertengkar di luar. Artinya bertengkar untuk urusab produktif, bukan tidak produktif," jelasnya. (iat/ien)