Senin, 17 Februari 2020


Feri Penyeberangan Ditutup Sementara

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1127
Feri Penyeberangan Ditutup Sementara

FERY PENYEBERANGAN - Fery penyeberangan di Bardanadi-Siantan melintas di Sungai Kapuas. Layanan penyeberangan feri ini akan ditutup sementara karena ada perbaikan di dermaga. ISTIMEWA

PONTIANAK, SP – Penyeberangan feri Bardanadi-Siantan akan ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena ada perbaikan di dermaga penyeberangan Siantan. Sebagaimana dalam Surat Pemberitahuan yang dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak, penutupan berlaku mulai tanggal 15-22 Januari 2020. 

"Ferry penyeberangan ditutup sementara karena ada perbaikan dan pembangunan kembali "mouring doulphin dan fender doulphin" dermaga penyeberangan Siantan yang roboh ditabrak Kapal KM Mulya Sentosa beberapa waktu lalu," terang Kepala Dishub Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi, Selasa (14/1).

Penutupan pelayanan feri penyeberangan lintas Bardan-Siantan itu dilakukan untuk semua jenis kendaraan dan penumpang.

Selama ferry penyeberangan ditutup, para pengguna sarana penyeberangan untuk sementara bisa melewati Jembatan Kapuas I. Sementara untuk roda empat ke atas, maupun angkutan lainnya diarahkan melewati Jembatan Kapuas II dan tembus ke Jembatan Landak. 

"Untuk mengatur dan memperlancar arus lalu lintas di jalur Jembatan Kapuas II dan Jembatan Landak, kami akan bekerjasama dengan pihak Satlantas Polresta Pontianak," ujarnya.

Sementara bagi masyarakat yang menggunakan penyeberangan menggunakan jasa penyeberangan sampan, diimbau jangan menaikkan kendaraan roda dua ke sampan. Hal itu demi keselamatan bersama dan mencegah hal yang tidak diinginkan.

Utin menambahkan, adanya perbaikan dermaga juga akan berdampak pada arus lalu lintas sungai, karena lokasi di sekitar dermaga akan ditempatkan ponton untuk melakukan pemancangan tiang pondasi. Pemancangan tiang pondasi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar sepekan. 

"Selain perbaikan dermaga, Kapal Fery KMP Billy juga akan menjalani pemeliharaan (docking) rutin tahunan," pungkasnya. (hms)

Ditabrak Kapal Besar 

Dermaga Siantan sebelumnya mengalami kerusakan akibat ditabrak oleh KM Mulia Sentosa II, Kamis (26/9/2019) lalu. Akibatnya, fender atau dolphin dan catwalk sisi kanan dari arah Siantan roboh dan tenggelam ke dalam air. 

Kepala Dishub Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi yang mengecek langsung di lokasi bersama stakeholder terkait mengatakan, insiden tersebut terjadi karena angin kencang dan adanya kelalaian dari pihak nahkoda kapal.

"Untuk meresponi kejadian ini ya boleh dikatakan ini kejadian alam, tapi kita lihat ada sisi kecerobohan di situ. Kemungkinan itu kaptennya tidak berada atau standby di kapalnya, hingga saat kapal sudah bergerak mereka harus banting setir, nah itu merupakan kecerobohan, namun ada niat baik dari pemilik kapal itu mau mengganti. Karena bagaimanapun ini memberi pelayanan sebagai akses penyebrangan," kata Utin. 

Pada dasarnya kata Utin, perusahaan Sentosa bersedia untuk menganti Fender atau Dolphin dan Catwalk yang roboh. Selain itu, pihak ASDP juga meminta diturunkan dua orang penyelam untuk melihat apakah bongkahan vender atau besi yang ada di dalam air dapat membahayakan kapal yang lain. 

Meski akses penyeberangan feri masih terus berjalan, kapal dan speed yang berlalu lintas di sekitar lokasi diminta untuk berhati-hati saat melintasi bagian robohnya besi tersebut. (sp/ien)