Senin, 17 Februari 2020


Peserta Seleksi CPNS Kalbar Diminta Siapkan Diri Hadapi CAT

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 665
Peserta Seleksi CPNS Kalbar Diminta Siapkan Diri Hadapi CAT

SIMULASI CAT - Latihan CAT untuk calon peserta tes CPNS. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi penerimaan CPNS di lingkungan Pemprov Kalbar diminta mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi selanjutnya.

PONTIANAK, SP - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalbar, Ani Sofian meminta peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Kalbar untuk mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi selanjutnya. 

Dia menjelaskan, setelah peserta dinyatakan lulus seleksi administrasi, tahapan selanjutnya adalah Seleksi Kompetisi Dasar (SKD). Dimana dalam seleksi tahap kedua ini akan menggunakan sistem computer assisted test (CAT).

Menurut Sofian, seleksi CAT yang perlu dipersiapkan para peserta, pertama mental, agar ketika mengikuti tes CAT nanti mental peserta seleksi tidak turun, karena jika mental turun dikhawatirkan tidak bisa mengikuti tahapan CAT dengan maksimal. 

"Yang penting juga bagaimana peserta yang menjalani tahapan SKD ini, menguasai atau bisa menggunakan komputer. Karena sistem kita menggunakan komputer. Termasuk juga menguasai misalnya ketika ada split dalam pelaksanaan tes itu, sehingga kita dengan sendirinya bisa kembali kepada format awal untuk melakukan pengisian," ujar Sofian kepada Suara Pemred, Selasa (14/1).

Sofian melanjutkan, yang perlu dipersiapkan lagi oleh para peserta Seleksi CPNS yaitu terkait dengan materi-materi soal tes SKD yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). 

"Itu harus dicari dan dipelajari materinya, mungkin melalui buku-buku yang berkaitan dengan test CPNS, itu perlu dipelajari, sehingga kedepan pada saat mengikuti CAT ada kemudahan-kemudahan," jelasnya.

Sofian mengatakan terjadi perubahan signifikan mengenai nilai batas atau passing grade tahap SKD, dimana pada seleksi CPNS 2019 nilai ambang batas tersebut lebih rendah dibandingkan Seleksi CPNS 2018 lalu.

Sebagai informasi nilai ambang batas Seleksi Kompetisi Dasar adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi CPNS tahun 2019.

"Kalau penerimaan CPNS 2018 nilai ambang batas TKP itu 143, sekarang pada penerimaan CPNS 2019 turun menjadi 126. Kemudian untuk TWK kalau tahun sebelumnya (2018) 75, sekarang turun menjadi 65. Sedangkan untuk passing grade TIU itu tidak ada perubahan yaitu 80," jelas Sofian.

Namun ketentuan mengenai nilai ambang batas dikecualikan bagi peserta yang mendaftar pada jenis penetapan kebutuhan formasi khusus, yaitu Putra/Putri lulusan terbaik berpredikat "cumlaude", penyadang disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat, serta formasi Diaspora. 

Kata Sofian pengecualian itu berlaku misalnya kalau ada pendaftaran Putra/Putri Papua di Kalbar, maka nilainya memberlakukan itu, tapi kalau untuk yang lain itu sama. Pengecualian itu untuk formasi khusus yang kita terima saja.

"Sedangkan untuk nilai kumulatif SKD bagi penyandang disabilitas paling rendah 260 dengan nilai TIU paling rendah 70. Kemudian nilai komulatif SKD bagi putra/putri Papua dan Papua Barat minimal 260 dengan TIU paling rendah 60. Untuk lengkapnya bisa dilihat Permenpan-RB nomor 24 tahun 2019 tentang Nilai ambang Batas SKD pengadaan CPNS tahun 2019," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan tim seleksi penerimaan CPNS 2019, sedangkan untuk tahapan CAT pihaknya sudah mempersiapkan seperangkat komputer lengkap dengan aplikasi dan internetnya, sebanyak 100 unit. 

Mengingat pelamar di Kalbar ada 6.846 peserta dan akan ditambah dengan peserta yang lulus tahap banding seleksi administrasi, maka CAT akan dilaksanakan paling kurang selama 15 hari. Karena satu hari hanya bisa 5 atau 6 sesi. 

"Kalau untuk tahapan CAT Provinsi ni kita akan selenggarakan di Kantor Badan Penyelenggara Pengembangan Manusia, tepatnya di Jalan Sumatera, Kota Pontianak. Kita sudah menyiapkan semua dan berkordinasi dengan PLN, agar tidak ada mati lampu pada saat berlangsung CAT. Kemudian getset juga kita sudah siapkan," jelas dia.

Sofian mengingatkan kembali bahwa peserta harus sudah siap ketika mengikuti tes CAT. Serta dia juga meminta agar peserta rajin mengecek informasi di Website BKD dan Pemprov Kalbar. Penting juga ia ingatkan jangan sampai Peserta percaya apabila ada orang meminta sejumlah uang dengan iming-iming lulus, karena pada saat CAT nilai akan secara langsung diketahui dan tidak bisa dinegosiasikan.

"Kapan akan dilaksanakan tesnya bisa di cek di Portal Website BKD Kalbar atau Prov Kalbar. Kita berharap tes CPNS 2019 terlaksana dengan lancar dan baik," ujarnya. 

Salag satu peserta CPNS, Fahmi Pratama mengatakan untuk persiapan buat tes CAT lebih menyiapkan mental, sedangkan untuk materi paling hanya selingan.

Materi untuk TIU dia juga mempelajari pelajaran-pelajaran SMA untuk persiapan TIU. Sedangkan untuk TWK lebih banyak mengikuti perkembangan situasi politik negara, terutama tentang kebijakan politik baik dalam & luar negeri, sambil sedikit-sedikit belajar sejarah mulai dari era pergerakan nasional sampai reformasi. 

"Untuk TKP tidak ada yang dipelajari, karena itu kembali ke pribadi masing-masing. Yang pasti menyingkirkan sedikit idealisme untuk menjawab soal-soal TKP," kata dia.

Fahmi menilai penginformasian dari BKD tentang info CPNS sampai saat ini belum cukup maksimal, padahal sudah mendekati jadwal tes yang direncanakan bulan februari, karena sampai saat ini masih banyak informasi yang belum jelas mengenai persyaratan apa saja yang dibawa saat tes & juga jadwal tes.

"Saran untuk BKD Provinsi Kalbar mungkin bise dipercepat pemberian informasi mengenai hal-hal tersebut, agar para peserta tes tidak kebingungan & bisa mempersiapkan diri dengan baik sebelum tes," jelas dia.

Fahmi berharap saat tes nanti hal-hal teknis tidak lagi menjadi kendala, seperti kendala log in, ataupun listrik padam yang bisa menghambat dan membuat keterlambatan dari jadwal tes yang sudah ditentukan. Sehingga tidak terjadi lagi tes CAT yg selesai sampai larut malam. 

"Untuk harapan pribadi, tentu berharap bisa lulus dengan nilai yg terbaik. Semoga saja tahun ini hasil dari SKD benar-benar dijadikan acuan dan tidak ada lagi perubahan tentang passing grade, karena tahun ini passing grade sudah diturunkan dari tahun-tahun sebelumnya. Karena tes yg paling murni dari seleksi CPNS adalah SKD yg menggunakan CAT, dimana hasil tes langsung bisa diketahui setelah tes selesai, jadi hasilnya tidak bisa dimanipulasi," tutupnya. (iat)