Senin, 17 Februari 2020


Gonjang-Ganjing Maman Rebut Golkar

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 2547
Gonjang-Ganjing Maman Rebut Golkar

PONTIANAK, SP - DPD Partai Golkar Kalbar akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda)X dengan agenda pemilihan Ketua periode 2020-2025, pada 29 Februari-1 Maret 2020. Sejauh ini, baru Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar, Zulkarnaen Siregar yang telah mendeklarasikan diri maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar. 

Selain nama Zulkarnaen, ada pula sosok muda Partai Golkar, Maman Abdurrahman, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI asal Dapil Kalbar I. Maman adalah tokoh muda potensial, yang sepak terjang karier politiknya sangat diperhitungkan di kalangan kader Partai Golkar. 

Karier Maman Abdurahman di Partai Golkar tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP Golkar dan menjadi satu di antara delapan anggota DPR DPR RI terpilih dari Dapil Kalbar I, dengan mengantongi 108.520 suara, Maman mengungguli caleg-caleg lain di Partai Golkar Kalbar.

Dukungan untuk Maman Abdurrahman disampaikan langsung oleh salah satu pemilik suara di Musda Partai Golkar, yaitu Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kayong Utara, Abdul Zamad. Ia menyampaikan, hingga saat ini sudah ada tiga nama yang muncul dan akan maju di Musda Golkar. Yakni Zulkarnain Siregar, Ria Norsan dan Maman Abdurrahman.

Ditambahkannya, namun jikapun ada kader-kader yang ingin maju sebagai Ketua DPD, juga akan dibuka peluang. Karena menurutnya tidak ada istilah menutup peluang bagi kader-kader Golkar. "Jadi kami dari Partai Golkar, semua Kader boleh maju, asalkan memenuhi persyaratan," terang Zamad di Sukadana 

Adapun Sosok yang dirinya harapkan kedepan untuk bisa membesarkan Partai Golkar, yang pertama, solid kepada Partai Golkar, baik dari tingkat atas hingga tingkat bawah. Dari ketiga figur yang akan maju tersebut, Zamad mengatakan akan memilih figur yang terbaik. 

 Kemungkinan besar, sambungnya, DPD Golkar Kabupaten Kayong Utara akan mendorong untuk maju sebagai Ketua DPD Golkar Provinsi Kalbar adalah Maman Abdurrahman.  

Dikatakan Zamad, bahwa Maman Abdurahman, sebagai anggota DPR RI, menyampaikam dirinya siap maju, serta ingin membesarkan Partai Golkar, agar bisa menambah jumlah Kursi, terutama di tingkat DPR RI, yang sekarang hanya memiliki 1 Kursi. 

"Jadi kami mungkin mendorong Maman Abdurahman sebagai Ketua DPD Golkar Kalbar yang akan diselenggarakan pada 29 Februari hingga 1 Maret 2020. Beliau adalah tokoh muda potensial, yang pantas dan tepat memimpin Golkar ke depanya," katanya.

Dukung Kader Terbaik 

Ketua DPD Partai Golkar kabupaten Sambas, Ir. Arifidiar. MH mengatakan
Golkar adalah partai yang sangat demokratis murni

"Bahkan banyak tokoh masyarakat dan pengamat politik mengatakan bahwa golkar adalah Partai tak Bertuan, maksudnya tidak ada pihak yang mengklaim bahwa golkar itu milik orang atau kelompok tertentu," ungkapnya.

Beberapa figur kata Arifidar telah melakukan komunikasi kepada dirinya, terlebih satu hak suara dalam pemilihan ketua DPD Golkar Kalbar berada di tangan Arifidiar.

"Ada beberapa figur yang telah membangun komunikasi degan saya, karena saya adalah salah satu dari 14 kabupaten/kota yang memiliki hak suara, diantaranya Pak Ria Norsan, Bung Zulkarnaen Siregar, Bung Maman Abdurahman, dan terakhir muncul Bung Adang Gunawan," ungkapnya.

Bagi Arifidiar kesemua nama yang dia sebutkan merupakan diantara tokoh dan aset terbaik partai berlambang pohon beringin tersebut di Kalimantan Barat.

"Semua itu adalah figur dan aset terbaik golkar di Kalbar. Banyak sebenarnya kader terbaik Golkar Kalbar, namun yang telah mencoba berkomunikasi adalah yang tersebut tadi di atas," jelasnya.

"Soal sistem pemilihan tentulah saya tetap mengharapkan musyawarah mufakat, bila perlu aklamasi, itu yg terbaik karena cara tersebut tidak ada potensi perpecahan jika di bandingkan dengan voting.  Banyak pengalaman membuktikan bahwa seringkali hasil akhir dari voting akan berujung perpecahan," sambungnya.

Sementara terkait sosok ketua yang diharapkan, terpenting bagi Arifidiar yaitu mereka yang bisa membawa kemajuan dan kejayaan Partai Golkar, tidak saja untuk kader, namun lebih luas untuk masyarakat Kalbar.

 

“Adalah sosok yang benar-benar mampu membuat Golkar Kalbar solid dan terus berjaya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Kalbar, terlebih dalam perjuangan-perjuangan politik. Itu yang akan kita dukung pada Musda mendatang,” papar Arifidiar. 

Perebutkan 20 Suara 

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Golkar Singkawang, M Abdurrahman mengatakan, sejauh ini belum ada figur yang melakukan konsolidasi untuk meraup suara di pemilihan ketua DPD Golkar kalbar. "Masih belum ada," katanya.  

Kemudian, mengenai penentuan pilihan calon berdasar pilihan DPD (tingkat kabupaten, kota), dia mengungkapkan, masih menunggu instruksi dari pusat. Sementara,  sosok ketua yang dinginkannya adalah sosok ketua yang dapat mengayomi seluruh jajaran dibawahnya, visioner, tegas dan berani dalam mengambil keputusan. 

"Mengenai program partai yang diinginkan, yaitu program yang bersentuhan langsung dengan pengurus, kader, simpatisan dan masyarakat," ujarnya.                                               

Para Calon Ketua DPD Partai Golkar, setidaknya akan menggalang 20 pemegang hak suara yang dapat menentukan Ketua DPD Golkar pada Musda X. Adapun 20 Pemegang Suara tersebut  14 DPD Golkar Kabupaten, Kota yang terdiri dari DPD Golkar Pontianak, DPD Golkar Singkawang, DPD Golkar Mempawah, DPD Golkar Bengkayang, DPD Golkar Sambas, DPD Golkar Landak, DPD Golkar Sanggau, DPD Golkar Sekadau, DPD Golkar Sintang, DPD Golkar Kapuas Hulu, DPD Golkar Kubu Raya, DPD Golkar Melawi, DPD Golkar Ketapang, dan DPD Golkar Kayong Utara. 

Lalu ada 1 suara dari Sayap Partai, yaitu AMPG dan KPPG. 1 suara

Organisasi yang mendirikan, MKGR, KOSGORO, dan SOKSI.

1 suara Organisasi yang didirikan yaitu AMPI, ALHIDAYAH, HASTA KARYA, dan SATKAR ULAMA. Kemudian ada 1 suara DPD Golkar Provinsi, 1 suara

Dewan Pertimbangan DPD Golkar Provinsi, dan 1 suara

DPP Partai Golkar. (ble/rud/noi/bah/mul)

Zulkarnaen : Siap Bertarung dengan Santun 

KETUA Fraksi Golkar di DPRD Provinsi Kalbar,  Zulkarnaen Siregar menjadi kader pertama yang menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Calon Ketua Partai Golkar Kalbar. Konsolidasi pun segera dilakukannya menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ini.  

"Saya siap maju dan siap bertarung dengan cara yang baik dan santun, tidak pakai money politic," kata Zulkarnaen Siregar ditemui di DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (11/2). 

Pria yang pernah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Pontianak ini memastikan kesiapannya untuk menjadi Calon Ketua Golkar Kalbar lantaran sebagai kader, wajib memperbaiki Partai Berlambang Beringin ini.  

"Saya kan kader Golkar, siapapun kader Golkar berhak untuk maju dan berhak untuk memperbaiki Golkar ke depan," tegas Zulkarnaen.  

Legislator tiga periode ini bertekad untuk memperbaiki Golkar supaya meraih suara lebih besar di Pemilu mendatang. Menurutnya, harus ada gebrakan dan terobosan baru, agar Partai Golkar kembali bisa memenangi berbagai kontestasi politik di Kalbar. 

“Harus berani, harus siap bekerja keras. Partai Golkar Kalbar terkenal sebagai pemenang di setiap Pemilu, bahkan di semua tingkatan. Namun, beberapa kali Pemilu terakhir, kita memang tidak lagi menjadi pemenang,” ujarnya. 

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar Prabasa Anantatur mengatakan, masa kepengurusan DPD Golkar Kalbar sekarang akan berakhir April 2020. 

"Untuk itu kami, Pak Ria Norsan selaku Ketua Partai dan saya selaku Sekretaris,  melaksanakan rapat pleno diperluas kemarin. Dihadiri Dewan Pertimbangan dan 14 DPD Kabupaten/Kota se-Kalbar," jelas Prabasa. 

 Repat pleno diperluas ini, ungkap Prabasa, menghasilan keputusan bahwa Musda Golkar Provinsi Kalbar diusulkan pada 29 Februari sampai 1 Maret 2020.

"Karena DPP pada 29 Januari lalu memutuskan Musda Provinsi selambat-lambatnya 5 Maret 2020," terangnya.  

Selain waktu dan tempat pelaksanaan yang sudah diusulkan ke DPP, lanjut Prabasa, sudah ditunjuk pula Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) Musda Golkar Provinsi Kalbar. 

Agenda utama Musda ini untuk memilih kembali Ketua Golkar Provinsi Kalbar. "Siapapun berpotensi untuk maju, tetapi kita belum sampai pada pembahasan itu," tutup Prabasa. (jee/mul)