Senin, 17 Februari 2020


Gubernur Minta Disnakertrans Lakukan Inovasi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 127
Gubernur Minta Disnakertrans Lakukan Inovasi

UPACARA - Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menjadi Inspektur Upacara Hari Keselamatan Kerja Nasional di halaman Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Pontianak, Rabu (12/2). SUARA PEMRED/GIAT

PONTIANAK, SP - Gubernur Kalbar, Sutarmidji meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalbar melakukan inovasi mengenai dunia kerja yang ada di Kalbar.

Hal tersebut disampaikan Sutarmidji pada saat menjadi menjadi Inspektur Upacara Hari Keselamatan Kerja Nasional, Rabu (12/2) di halaman Disnakertrans Provinsi Kalbar.

Dia juga mendorong agar Disnakertrans mengevaluasi keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK). Sutarmidji menganggap BLK tersebut tidak optimal dan belum mampu menjawab untuk menyelesaikan persoalan-persoalan peningkatan tenaga kerja di Kalbar.

"Balai Latihan Kerja itu mubazir. Yang paling penting, emerintah harus lengkapi semua alat, praktik kerja atau laboratorium kerja untuk murid SMK," katanya.

Menurutnya, ke depan semua SMK harus dilengkapi dengan laboratorium dengan baik, agar calon pekerja siswa/siswi SMK ini memiliki keahlian. 

"Mereka harus diberikan sertifikasi, supaya mereka memiliki nilai dan dibayar sesuai standar UMP/UMR," ujarna.

"InsyaAllah, mulai tahun ini, Pemprov Kalbar akan membangun pusat sertifikasi untuk mengganti BLK ini," tambahnya.

Kemudian, ke depan para pencari kerja dari SMK maupun perguruan tinggi yang memerlukan sertifikasi keahlian, juga wajib mengikut latihan dan tes yang dilakukan oleh pemerintah. 

"Saya berupaya untuk mensinergikan dengan program presiden bantuan untuk para pencari pekerjaan yang lulus dan mendapatkan sertifikasi untuk mendapatkan tunjangan selama tiga bulan," ujarnya.

Sedangkan mengenai kecelakaan kerja, selama ini masih selalu berkaitan dengan upah yang rendah didapat oleh para pekerja di Kalbar. Kemudian kelengkapan-kelengkapan pelindung diri yang disedikan oleh perusahaan untuk para pekerj juga tidak memenuhi standar, sehingga mengakibatkan kasus-kasus kecelakaan kerja semakin banyak. (iat)