Senin, 17 Februari 2020


Pemkot Raih Tiga Penghargaan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 62
Pemkot Raih Tiga Penghargaan

PENGHARGAAN - Wali Kota Pontianak menerima penghargaan dari Gubernur Kalbar pada Rakerda Satgas Saber Pungli UPP Kalbar dan Penyerahan Kapabilitas APIP serta Maturitas SPIP di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (12/2). ISTIMEWA

 PONTIANAK, SP - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mendapatkan tiga penghargaan saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Satgas Saber Pungli Kalbar dan Penyerahan Kapabilitas APIP serta Maturitas SPIP di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (12/2).

Ketiganya adalah penghargaan kepada Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kota Pontianak atas Kinerja Pokja Pencegahan Terbaik Pertama Tahun 2019 dari Gubernur Kalbar selalu Penanggung Jawab Satgas Saber Pungli Kalbar, dan penghargaan kepada Inspektorat Pontianak atas prestasinya dalam pencapaian Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Level 3, dan Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Level 3  dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kota Pontianak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan system pengawasan instansi pemerintah berjalan dengan baik. Akan tetapi menurutnya dengan penghargaan tersebut harus terus dilakukan peningkatan kinerja.

"Kita harapkan pelayanan publik kita tidak ada lagi pungutan liar (pungli) yang dilakukan," ucap Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Edi menyampaikan jika masyarakat masih menemukan praktek pungli yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di pelayanan publik. Segera melaporkan praktek tersebut kemudian akan diberikan pembinaan dan penindakan.

Ia menambahkan terkait pungli yang dilakukan oleh parkir liar, saat ini sudah dilakukan koordinasi dengan Kepala Polisi Resort Kota (Kapolresta) Pontianak Kota. Dirinya menyebutkan ada beberapa tindakan yang sudah dilakukan hingga penahanan.

"Setiap ada petugas parkir yang melakukan penarikan diluar ketentuan yang berlaku harus di tindak," ungkapnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi pelayanan publik yang melakukan praktek pungli. Hampir di seluruh pelayanan publik rentan terhadap pungli. Sehingga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut turut mengawasi jajaran bawah.

"Untuk sementara masih belum ada temuan (pungli) secara langsung," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala dinas perhubungan Kota Pontianak Utin Srilena Candramidi menegaskan, tarif parkir di Kota Pontianak pada pelaksanaan kegiatan apapun tetap normal seperti ketentuan yang berlaku. Berdasarkan peraturan daerah nomor 1 tahun 2011 tarif parkir sepeda motor Rp1.000 dan mobil Rp2.000.

"Tarif parkir normal, tidak ada kenaikan dalam rangka kegiatan apapun," ucap Utin Srilena.

Ia mengimbau masyarakat untuk berani melaporkan jika dimintai melebihi ketentuan oleh juru parkir liar. Dikatakannya tidak menutup kemungkinan dari beberapa lokasi pelaksanaan kegiatan pasti ada oknum yang mengambil keuntungan. Namun dirinya memastikan petugas akan melakukan patroli keliling Kota Pontianak

"Jika masyarakat diminta lebih dari tarif yang telah di tetapkan tolak saja, teriak saja bahwa jukir itu tidak bertanggung jawab karena itu pemerasan," katanya.

Dia juga meminta masyarakat untuk berani menolak dan melaporkan kepada petugas yang berada dekat Jika mendapati juru parkir liar yang meminta tarif di luar ketentuan. Karena perbuatan seperti itu sudah masuk ke dalam kategori pemerasan. (din)