Bocah Lima Tahun Mengidap Penyakit Langka

Potret

Editor Tajil Atifin Dibaca : 413

Bocah Lima Tahun Mengidap Penyakit Langka
Deva menderita kulit rapuh. Ia selalu menangis karena sekujur kulitnya perih. Kondisi ini dialaminya sejak lahir
Bocah berusia lima tahun asal Dusun Pangkalan Tuik, Desa Mentibar, Kecamatan Selakau, menderita penyakit langka, epidermolysis atau kerapuhan kulit. Ia dari keluarga miskin. Keluarga ini butuh bantuan. Sumbangan dapat disalurkan melalui Rekening Bank BRI nomor 385801026455532 atas nama Joni. Informasi lanjut dapat menghubungi nomor 085252342909.

Namanya Deva Rahmawani
. Sejak lahir mengidap penyakit yang membuatnya tak pernah tidur nyenyak. Ia tak pernah beraktifitas sebagaimana anak seusianya. Seperti, bersepeda mini atau belajar berenang.

Keringat akan membuatnya terbangun dari mimpi berlari-lari
. Hawa panas akan membuatnya lupa caranya tersenyum. Semua tergantikan rasa sakit dan perih yang teramat sangat.

Menatap wajahnya, hampir tak terlintas satu
pun guratan senyum. Yang ada hanya tangis, bukan karena dia cengeng atau manja. Namun, Deva menangis karena sakit di sekujur kulitnya.

Deva ditemukan sedang bersama sang ayah, Dedi di peranginan
Istana Alwatzikhoebillah Sambas, oleh anggota Karang Taruna, Zaldi.

Melihat nasib Deva, hati Zaldi terusik. Dia bertekad membantu pembiayaan pengobatan bocah malang tersebut.

"Ayahnya, Dedi seorang buruh kebun, kerja hari ini untuk makan hari ini
. Kalau tidak bekerja, maka tak adalah makanan tersedia. Orangtua mereka sudah berpisah, dan Deva ikut bersama ayahnya," tutur Zaldi mengisahkan.

Ia berkisah, saat itu cuaca memang sedang panas-panasnya. Deva dibawa ke peranginan istana, agar bisa tertiup angin dan meringankan perihnya.

Awak media menemui Zaldi di ruang lobi Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Sambas, Rabu (25/10).

Zaldi datang bersama rekan-rekannya sesama anggota Karang Taruna Kabupaten Sambas
, untuk mengurus penyaluran dana bagi pengobatan Deva.

"Kita dari kemarin langsung bergerak dan melakukan penggalangan dana
. Saat ini Deva sudah dirawat  di Rumah Sakit Umum Daerah Singkawang. Dokter mengatakan penyakitnya langka, kerapuhan kulit," kata dia.

Deva harus dibawa lagi ke Pontianak
, lalu ke RSCM Jakarta, agar perawatan dan pengobatan terbaik bisa didapat untuk mengurangi derita yang menderanya. “Karena di sanalah dia bisa mendapatkan pengobatan yang maksimal," ungkap Zaldi.

Deva hanya memililki sang ayah yang bekerja serabutan sebagai buruh perkebunan sawit
. Saat ini, Deva selalu didampingi oleh ayahnya untuk menjalani pengobatan. Uluran tangan dermawan sangat diperlukan, agar Deva tak hanya mengenali dunia melalui rasa perih yang dirasakannya.
(n
urhadi/lis)