Kakanwil DJP: 44 Persen Pajak Kalbar Berasal dari Pontianak

Potret

Editor K Balasa Dibaca : 216

Kakanwil DJP: 44 Persen Pajak Kalbar Berasal dari Pontianak
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat, Slamet Sutantyo. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat, Slamet Sutantyo mengatakan 44 persen penerimaan pajak Kalimantan Barat berasal dari Kota Pontianak. Di tahun ini, penerimaan pajak Kalbar ada di angka 7,94 Triliun, sementara Pontianak ada di angka 2,89 Triliun.

"Artinya bahwa Pontianak 44 persen dan terbesar di Kalbar," katanya usai Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan  Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Kantor KPP Pratama Pontianak, Rabu (14/3).

Dari enam kantor pelayanan pajak di Kalbar, Pontianak punya porsi penerimaan terbesar. Untuk capaian target tahun ini, sampai bulan Maret angka penerimaan masih berkisar 13 sampai 14 persen. Jika dilihat untuk pencapaian sampai bulan Desember, paling tidak per bulan peningkatan penerimaan sekitar 8 persen.

"Kita masih sekitar 13 sampai 14 persen. Masih jauh, tapi itu hal yang normal karena biasanya persentase tertinggi bisa lebih dari delapan persen di bulan November atau Desember menjelang akhir tahun karena semua pembayaran sudah diselesaikan semuanya," jelasnya.

Hingga saat ini, sektor perdagangan masih jadi sumber pendapatan terbesar. Disusul industri pengolahan dan jasa keuangan. Baru kemudian konstruksi, pelayanan dan administrasi pemerintahan.

"Semua sektor rata-ratalah untuk tingkat kemudahan dan kesulitan," ucapnya.

Dia tak menampik masih ada sejumlah kendala dalam mengoptimalkan penerimaan pajak. Utamanya soal menggugah kesadaran para wajib pajak. Seringkali upaya mengingatkan dilakukan, namun alasan lupa pun kembali keluar. Beragam cara dilakukan, mulai dari surat imbauan sampai surat penagihan.

"Selain mengawasi kami juga menyadarkan," pungkasnya. (bls)