Minggu, 20 Oktober 2019


Gema Cermat Lindungi Pengguna Obat

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 360
Gema Cermat Lindungi Pengguna Obat

Gema Cermat sendiri merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar.

PONTIANAK, SP - Masyarakat seringkali dijumpai berbagai masalah dalam penggunaan obat. Di antaranya ialah kurangnya pemahaman tentang penggunaan obat tepat dan rasional, penggunaan obat bebas secara berlebihan, serta kurangnya pemahaman tentang cara menyimpan dan membuang obat dengan benar.  

Sedangkan tenaga kesehatan masih dirasakan kurang memberikan informasi yang memadai tentang penggunaan obat. Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa 35,2 persen rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi.  

Dari 35,2 persen rumah tangga yang menyimpan obat, 35,7 persen di antaranya menyimpan obat keras dan 27,8 persen diantaranya antibiotik tersebut diperoleh tanpa resep.  

"Hal ini memicu terjadinya masalah kesehatan baru, khususnya resistensi bakteri," ujar Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) saat membuka Sosialisasi Gerakan Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat).  

Program Gema Cermat yang telah dicanangkan pada saat Pembukaan Pameran Pembangunan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 Tahun 2015 di Jakarta tanggal 13 November 2015 silam.  

Resistensi Antibiotik Lebih menjelaskan, kurangnya pemahaman masyarakat dan informasi dari tenaga kesehatan, menyebabkan masyarakat menggunakan antibiotik tanpa supervisi tenaga kesehatan.  

Persepsi yang salah pada masyarakat dan banyaknya masyarakat yang membeli antibiotik secara bebas tanpa resep dokter memicu terjadinya masalah resistensi antibiotik.  Penggunaan obat bebas secara berlebihan (over dosis), kejadian efek samping, interaksi obat atau penyalahgunaan obat, seringkali terjadi pada masyarakat dan dapat menyebabkan masalah kesehatan baru, ujar Menkes.  

"Berdasarkan fakta yang ada, Kementerian Kesehatan mendorong perlunya dilakukan upaya kesehatan berbasis masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, salah satunya dalam peningkatan penggunaan obat rasional," paparnya.  

Masyarakat perlu memahami bahwa dalam pelayanan kesehatan, obat harus digunakan secara tepat dan rasional, agar mencapai efek pengobatan. Masyarakat seharusnya mendapatkan informasi yang akurat dan memadai tentang obat yang digunakan.  

"Gema Cermat sendiri merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar," kata Menkes.  

Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan obat dengan benar, meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih dan menggunakan obat secara benar, dan akhirnya akan meningkatkan penggunaan obat secara rasional, termasuk antibiotik.  

Gema Cermat adalah Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/MENKES/427/2015 GeMa Cermat merupakan upaya bersama pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar.  

"Untuk mari kita gunakan pemakaian obat secara bijak. Kepatuhan dan pemahaman akan penggunaan akan menghindari dampak lebih buruk dari pengobatan itu sendiri," pungkasnya. (mul/biz).