Senin, 27 Januari 2020


Tim SAR Yonko 465 Paskhas Siap Siaga Antisipasi Bencana Alam, Diperkuat Prajurit Berkualifikasi Selam Tempur

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 344
Tim SAR Yonko 465  Paskhas Siap Siaga Antisipasi Bencana Alam, Diperkuat Prajurit Berkualifikasi Selam Tempur

Apron Hanggar Lama Lanud Supadio, Kubu Raya, Senin (13/1/2020).

KUBU RAYA, SP – Tim Search And Rescue Batalyon Komando (SAR Yonko) 465 Paskhas Brajamusti, turut siap siaga dalam menghadapi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja. Kesiapsiagaan ini dibuktikan usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana.

Apel tersebut berlangsung di Apron Hanggar Lama Lanud Supadio, Kubu Raya, Senin (13/1/2020). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Lanud (Danlanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Palito Sitorus, S.I.P.,M.M., dan diikuti Satuan Tugas (Satgas) Cepat Tanggap Bencana Banjir. Satgas tersebut dikomandani oleh Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Supadio, Kolonel Pnb Sidik Setiyono.

Dalam Satgas Cepat Tanggap Bencana Banjir, Tim SAR Yonko 465 Paskhas, menjadi elemen terpenting. Menurut Komandan Tim (Dantim) SAR Yonko 465 Paskhas, Letda Pas Albana Riski, S. Tr. Han, Tim SAR Yonko 465 Paskhas terdapat empat personel yang memiliki kualifikasi selam tempur.

“Mereka merupakan lulusan terbaik Satuan Pendidikan Khusus Pusdiklat Paskhas di Bandung. Jadi secara kemampuan, mereka adalah yang terbaik dan siap siaga memngantisipasi bencana alam,” kata Letda Pas Albana.

Selain empat personel dengan kemampuan selam temput, Tim SAR Yonko 465 Paskhas, juga menyiagakan 38 personel yang memiliki kualifikasi selam Indonesia. Semua personel Tim SAR Yonko 465 Paskhas ini, selalu disiagakan dan siap diterjunkan.

“Jika sewakjtu-waktu dibutuhkan dalam hal penanganan bencana alam, seperti banjir, puting beliung, dan tanah longsor, kami siap langsung beraksi,” ungkapnya. 

Selain diperkuat personel terbaik, dalam Tim SAR Yonko juga dibekali dengan sarana dan prasarana yang relatif lengkap. Sarana dan prasarana tersebut, akan digunakan apabila ada panggilan tugas terkait bencana alam. Selama ini, Tim SAR Yonko 465 Paskhas, selalu berlatih intensif. Demikian pula perawatan terhadap sarana dan prasarananya.

Menurut Komandan Yonko (Danyonko) 465 Paskhas, Letkol Pas Jhoni Immanuel, Tim SAR Yonko 465 Paskhas, juga punya kemampuan SAR Tempur yang mahir dalam menghadapi segala medan. Tim SAR Tempur ini, sangat terlatih menggunakan Helly Puma HT-3310. Contohnya saat latihan SAR Tempur beberapa waktu lalu.

“Latihan instensif bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit, khususnya Tim SAR Tempur Yonko 465 Paskhas, sehingga terwujud prajurit yang profesional dan terlatih serta senantiasa siap untuk menghadapi tugas-tugas baik Operasi Tempur maupun Operasi Kemanusiaan,” tutur Letkol Pas Jhoni.

Tim SAR Tempur Yonko 465 Paskhas, selalu berlatih dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggungjawab, serta selalu sesuai prosedur safety dalam beraksi. Hal ini tentu sangat mendukung berbagai operasi di Lanud Supadio, yang memiliki dua Skadron Pesawat, yaitu Skadron 1 Elang Khatulistiwa dan Skadron 51 Elang Pengintai.

“Personel SARPUR Yonko 465 punya kemampuan lengkap. Bisa menyelam, terlatih rapelling dan hoisting, terjun, dan berbagai operasi udara lainnya,” papar Alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 2001 tersebut.

Apresiasi terbaik akan kesiapsiagaan Tim SAR Yonko 465 Paskhas disampaikan langsung oleh Danlanud Supadio, Marsma TNI Palito Sitorus. Menurutnya, profesionalisme Prajurit Yonko 465 Paskhas, selalu diuji kesiapsiagaan termasuk di bidang SAR. Yang saat ini dititikberatkan pada SAR kemanusiaan.

“Para pemimpin TNI AU sangat mengerti terhadap kemampuan Paskhas, terutama di bidang SAR yang boleh dibilang sangat mumpuni. Khususnya Yonko 465 Paskhas, yang selalu berlatih mempertajam insting dan kemampuan di bidang SAR tempur dan SAR kemanusiaan bersama pihak terkait di Kalbar,” kata Marsma TNI Palito Sitorus.

Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Lanud Suopadio, kata Danlanud, bertujuan untuk mengecek kesiapan personel maupun kelengkapan sarana dan prasarana, serta menyamakan langkah dengan menyatukan tekad untuk saling bahu membahu dalam rangka menanggulangi bencana yang kemungkinan terjadi di Wilayah Kalbar.

“Baik itu bencana banjir, tanah longsor, maupun bencana lainnya. Karena, perlu disadari bersama, bahwa bencana bisa datang kapan saja. Oleh karena itu, kesiapsiagaan perlu ditumbuhkan untuk mengantisipasi bencana tersebut,” ujarnya. (mul)