32 Mantan Pengikut Gafatar Kabupaten Sambas Dievakuasi ke Pontianak

Sambas

Editor sutan Dibaca : 1152

32 Mantan Pengikut Gafatar Kabupaten Sambas Dievakuasi ke Pontianak
BADUT DARI KPAID KALBAR- Anak-anak warga mantan pengikut Gafatar mendapat hiburan berupa dua badut yang didatangkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/ Tanjungpura, Pontianak, Kalimant
SAMBAS, SP- Tidak ingin mengambil resiko seperti  mantan pengikut  Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kabupaten Mempawah. Pemkab Sambas bersama Forum Komunikasi Daerah (Forkopinda) mengadakan pertemuan guna menemukan kesepakatan agar terciptanya situasi aman dan kondusif. "Sebab beberapa minggu terakhir,  banyak penolakan keberadaan Gafatar di Indonesia. Untuk Kabupaten Sambas, terdata ada 32 eks Gafatar yang bermukim di Kabupaten Sambas, " kata Juliarti, Bupati Sambas kepada wartawan setelah pertemuan di Ruang Rapat Bupati Sambas Rabu (20/1).

Pertemuan mulai pukul pukul 09.00 hingga pukul 11.00 wib, hasilnya disepakati evakuasi 32 warga mantan Gafatar ke Polres Sambas, selanjutnya Jumat (21/1) dievakuasi ke Pontianak. Dihadiri Kapolres Sambas beserta jajaran, Kajari, Kasdim, Kakan Kemenag, Kadisdukcapil, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Camat Sebawi dan Kades Tebing Batu, Kecamatan Sebawi yang merupakan tempat pemukiman Gafatar. Menurut Juliarti, agar tidak memunculkan keresahan, mantan pengikut  Gafatar yang telah membaur bersama masyarakat dievakuasi. Semua ini sebagai bentuk antisipasi tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, karena semua demi kemanusiaan, jadi mereka semua diamankan dibarak Polres Sambas.

"Kepada masyarakat Kabupaten Sambas, marilah kita bersama-sama menjaga keamanan, jika ada orang yang dicurigai seperti Gafatar, segera laporkan kepada pihak berwajib, sebab Gafatar merupakan organisasi yang dilarang pemerintah," imbaunya.

Kapolres Sambas AKBP Sunario ditemui di Polres Sambas menjelaskan mantan Gafatar mulai ditempatkan dibarak Polres Sambas pukul 17.30 wib, jumlah mereka 32 orang dari 6 Kepala Keluarga, mereka kita jemput dari lokasi pemukiman bersama Satpol PP dan TNI.
Dari 32 orang ini, anak-anak berjumlah 21 orang dari usia 7 Bulan sampai 16 tahun. "Mereka dievakuasi karena kita tidak mau kecolongan sehingga terjadi pengusiran seperti didaerah lain," ujarnya.

Dari keterangan mereka, jelas Kapolres, masuk Gafatar karena tergusur di Jakarta, yang sebelumnya buruh dan berjualan, termasuk dirazia sana dan sini saat berjualan, sehingga mereka mengikuti program Gafatar.

"Ketahuannya anggota Gafatar di kabupaten Sambas, karena setelah mendapat KTP, mereka mendaftarkan organisasi gafatar ke Kesbanglinmas tanggal 14 Agustus 2015, namun tidak diperbolahkan karena organisasinya terlarang oleh pemerintah, tujuan mereka mendaftar agar mendapatkan bantuan dana dari pusat, sehingga diketahui Kabupaten Sambas adanya anggota mantan Gafatar," paparnya.

"Bupati meminta data ulang warga pendatang baru dan memperketat administrasi masyarakat pendatang, artinya tidak semudah itu memberikan identitas kepada pendatang baru, makanya harus dilakukan pendataan ulang bagi pendatang baru," harapnya.

Abdul Rasyid, 31, mantan Anggota Gafatar ditemui di barak Polres Sambas mengaku sudah nyaman bertani di Sambas, sekarang bingung mau pulang kemana.
Menurutnya, ia masuk Gafatar tahun 2012, dan keluar tahun 2014 karena pindah ke Kalimantan, itupun karena program pertaniannya yang menjadikan kami sebagai kader pangan mandiri.

"Yang jelas kami tidak tau apa-apa, taunya setelah kasus Gafatar ini mencuat," katanya.

Dalam program ini, pertanian yang dikelola hak guna pakai melalui program pemerintah untuk cetak sawah selama lima tahun, dan saat ini untuk pulang kami bingung, karena kami sudah merasa nyaman bertani di Kabupaten Sambas.  "Kami sudah urus surat pindah dan sudah menjadi warga Desa Tebing Batu, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas.  Bahkan kami sudah memiliki e-KTP dari  Disdukcapil Kabupaten Sambas," ujarnya. (rie/sut)

Data dari Polres Sambas, berikut nama-nama mantan pengikut  Gafatar:
 
A. 1. Abdul Rosyid 31 th KK
    2. Parmini  30 th isteri
    3. Dian Rahayu Pratama 3.5 th
    4. Aryo Bramadita 2.5 th
    5. Samuel Gedion B 7 bln

B. 1.Sutikno Bin Kasman 45 th KK
    2.Fatimah 41 th Isteri
    3.Nanda Pratama 16 th
    4.Lutfunira   11 th
    5.Alzalzali Wal iqrom 9 th
    6.Satria Wijaya   4 th
    7.Depan Rafandra 1.8 th

C. 1.Abdul Muthalib 37 th KK
    2.Rina Juliana 32 th isteri
    3. M. Munzuz maula 14 th
    4. Aulia Rahmatlah 13 th
    5. Latifah Fauziah  9 th
    6. Ahmad David Firdaus 7.5 th
    7.Sabat Febrian Valentiano 5 t
    8.Qiera Wulandari 2.5 th

D. 1.Mulyadi Bin Taher 38 th KK
    2. Ika Wulandari 35 thn isteri
    3. Nanang Tri Suripto 15 th
    4. Zheya Mutia 5 th

E. 1.Slamet Fahrurazi 41 th KK
    2.Munisa 40 isteri
    3.Ahmad Firdaus 13 th
    4.Azmiatuh Azizah 7 th
    5.Dimas Fazar 4 th
    6.Alista Ayu Febtilian 2 th
    7.Damar Singih Juliantara 6 bl

F. 1.Kaswandi bin M. Kasir 26 th