Kapolres Sambas Bantah Salah Tangkap

Sambas

Editor sutan Dibaca : 1126

Kapolres Sambas Bantah Salah Tangkap
Kapolda Kalbar memperlihatkan barang bukti berupa 17 paket sabu-sabu beserta dua tersangka saat jumpa pers di Polda Kalbar, Pontianak, Kalbar, Senin (18/4). ANTARA/SHERAVIM
SAMBAS, SP- Kapolres Sambas, AKBP Sunario membantah pihaknya salah tangkap terhadap Hendro (36),  dalam kasus penangkapan penyeludupan sabu seberat 17 kg yang melibatkan Murni sebagai tersangka.  

 “Saya yang langsung memimpin penangkapan ini, kami tidak mungkin salah tangkap karena apa yang disampaikan oleh Murni terhadap sosok Hendro sebagai penerima barang dan alamatnya di Kecamatan Pemangkat memang benar,” tegas Kapolres.  

Dijelaskan Kapolres ada dua alasan kenapa menangkap Hendro dan dibawa ke Polda Kalbar. Pertama karena pada saat melakukan pemeriksaan terhadap Murni, Sabu seberat 17 kilo akan diberikan ke Hendro di Pemangkat.

Kedua, dari hasil pemeriksaan tes urine terhadap Hendro hasilnya positif menggunakan narkoba.   “Selain itu antara Murni dan Hendro juga saling mengenal,” ujarnya.  

Perlu diketahui, AKBP Sunario terlibat langsung menggagalkan penyeludupan sabu kala itu. Pada saat mengetahui kalau Hendro sebagai penerima sabu dari Murni, dia bersama seluruh anggota pada malam itu langsung ke Pemangkat bersama pelaku.

Berdasarkan alamat yang diberikan oleh Murni, kapolres dan anggota berhasil menemukan kediaman Hendro dan pada saat itu hendro tidak berada di rumah, yang ada hanya istrinya.   “Saat itu istrinya Hendro mengatakan kalau Hendro tidak ada di rumah dan juga mengatakan kalau ada titipan barang jangan diambil,” ujar Kapolres.  

Setelah lama menunggu hingga sejam dini hari Hendro pulang ke rumah dan melihat ada anggota polisi langsung menghampiri dan mengatakan memang sering menerima barang. “Tapi lihat dulu barangnya apa, karena ada sabu yang ditangkap di Ledo seberat 17 kilogram. Dari keterangan itu kami yakin informasi ini sudah diketahui sebelumnya,” kata dia.  

Untuk menjerat Hendro, lanjut Kapolres memang cukup sulit, karena Hendro tidak secara langsung menerima barang sabu tersebut, dan yang kedua tidak ada kontak handphone ataupun komunikasi antara Murni dan Hendro. 

 Namun Kapolres menegaskan pihaknya tidak salah tangkap dan dia cukup yakin keterlibatan Hendro karena hasil tes urine yang dilakukan aparat Polres Sambas positif dan keduanya saling kenal. (nov/loh/sut)