Kabupaten Sambas Target Raih Adipura dan Adiwiyata 2019

Sambas

Editor sutan Dibaca : 796

Kabupaten Sambas Target  Raih Adipura dan Adiwiyata 2019
Dua orang petugas sedang mengangkut sampah pada salah satu sudut di Kabupaten Sambas. (SUARA PEMRED/ NOVA)
SAMBAS, SP - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sambas bekerjasama dengan komunitas, perguruan tinggi, sekolah dan pramuka,  untuk pertama kalinya menggelar pencanangan gerakan bersih sampah di kabupaten Sambas.

Kepala BLH Kabupaten Sambas, Darsono, Senin (6/6), menjelaskan, sinergitas dilakukan sebagai upaya mengantongi penghargaan Adipura dan Adiwiyata tahun 2019.  

“Pencanangan gerakan ini menghasilkan sebuah deklarasi yang dinamakan deklarasi menuju Kabupaten Sambas Bersih 2019 dengan penandatanganan dukungan di atas spanduk,” ungkap Darsono.  

Menurut Darsono, kegiatan pencanangan aksi bersih sampah ini merupakan bagian program Pemerintah Pusat, Pemprov Kalimantan Barat, dan Pemda Kabupaten Sambas, instansi yang merupakan bagian dari aksi ini terdapat di BLH dan Dinas Cipta Karya Kabupaten Sambas.
 

Pencanangan aksi bersih,  menjadi target pemda dalam mewujudkan Kabupaten Sambas Bersih 2019 dan mendapatkan Penghargaan Adipura dan Adiwiyata.
  Pemda Kabupaten Sambas terus mendukung kegiatan untuk menghijaukan Sambas bebas dari sampah, sesuai motto sampah yaitu berias.  

“Saya juga yakin pada pemerintahan dibawah pimpinan Atbah-Hairiyah, pencanangan aksi bersih lingkungan ini akan tetap terus digalakkan,” ungkap Darsono.  

Kabupaten Sambas saat ini sudah memiliki bank sampah, sebanyak empat unit, untuk membantu masyarakat,  bahkan sudah bisa membayar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dari hasil bank sampah.
  Darsono mengungkapkan, semangat mengurangi sampah dari sumbernya merupakan amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008, tentang pengelolaan sampah yang harus terus ditingkatkan melalui prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).  

Darsono mengajak semua elemen masyarakat memantapkan komitmen untuk memulai langkah nyata dalam melakukan pengolahan sampah dari sumbernya dan pemanfaatan energi bersih.  

Karena pada hakekatnya setiap individu merupakan sumber penghasil sampah, edukasi masyarakat sangat penting untuk menumbuhkan perilaku yang dahulu membuang sampah sekarang dengan membiasakan memilah, mengolah dan menghargai sampah.  

“Saya mengajak kita semua memantapkan komitmen dunia usaha dan masyarakat untuk memulai langkah nyata dalam melakukan pengolahan sampah dari sumbernya dan pemanfaatan energi bersih,” ungkap Darsono.  

Diungkapkan Darsono, pada hakekatnya setiap individu merupakan sumber penghasil sampah . Edukasi masyarakat sangat penting untuk menumbuhkan perilaku yang dahulu membuang sampah sekarang dengan membiasakan memilah, mengolah dan menghargai sampah.

 Ketua Karang Taruna Kabupaten Sambas, Jendri yang turut menjadi bagian dalam kegiatan pencanangan tersebut menyambut positif kegiatan yang dilakukan oleh badan lingkungan hidup Kabupaten Sambas.
  “Saya  bersama komunitas yang ada di Kabupaten Sambas akan membantu Pemda mendukung aksi bersama dalam mewujudkan Sambas bebas sampah 2019. Ini merupakan gerakan awal dan diharapkan tidak hanya sampai di sini saja. Tapi membersihkan sampah harus menjadi rutinitas masyarakat,” ajak Jendri.  

Selain itu, lanjut Jendri, para komunitas ini rencananya pada bulan Agustus mendatang akan melakukan penghijauan atau penanaman kembali di pesisir Paloh untuk menumbuhkan kembali habitat alam yang ada di pesisir pantai Kabupaten Sambas. (nov/aju/sut)