Sambas Bebas Peredaran Vaksin Palsu

Sambas

Editor sutan Dibaca : 843

Sambas Bebas Peredaran Vaksin Palsu
Penanggulangan Vaksin Palsu (polkam.go.id)
SAMBAS, SP - Beredarnya vaksin palsu di beberapa kota besar di Indonesia, menimbulkan kekhawatiran masyarakat Sambas. Banyak warga yang Di enggan membawa anaknya ke pelayanan kesehatan masyarakat.  

Menanggapi kekhawatiran masyarakat ini, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sambas, Ardias meminta masyarakat tak perlu resah karena pihaknya tidak menemukan vaksin palsu di wilayahnya.

"Kami memastikan bahwa kabupaten Sambas bebas dari peredaran vaksin palsu," tegasnya  kepada Suara Pemred di Sambas,  Senin (25/7).

Menurut Ardias, distribusi vaksin ke Sambas selama ini dilakukan melalui jalur resmi sehingga vaksin palsu tidak mungkin beredar.  

Selain melalui jalur yang benar, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polres Sambas agar memeriksa persediaan vaksin di RSUD, puskesmas, polindes, pustu dan seluruh unit pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.


“Vaksin yang masuk selama ini melalui distributor resmi, yaitu PT Biofarma. Penyalurannya juga melalui pengawasan yang ketat hingga ke puskesmas-puskesmas,” paparnya.  

Untuk membedakan antara vaksin palsu dan asli, lanjut Ardias, sangat mudah. Di antaranya,  dapat dilihat melalui Vaksin Vial Monitor (VVM), yang tersedia di setiap kemasan vaksin dalam setiap botol.
 

Pada botol tersebut, terdapat tanda yang jelas sebuah vaksin layak atau tidak untuk digunakan, jika botol vaksin disimpan di temperatur yang tidak sesuai serta dalam waktu tertentu,  indikator di label akan berubah yang menandakan vaksin tidak bisa digunakan.


  Ardias mengaku, pihaknya selama ini terus mengawasi distribusi vaksin dan obat-obatan di Sambas. Khusus untuk kasus vaksin palsu, pihaknya langsung melakukan uji coba sampel setelah mendatangi sejumlah sarana kesehatan.

Karena itu masyarakat diharapkan tak khawatir untuk membawa putra-putrinya ke posyandu untuk diimunisasi secara lengkap. Ardias pun mengimbau supaya kalangan media agar tidak membesar-besarkan masalah tersebut karena dampaknya akan berimbas pada masyarakat itu sendiri.  

Kadiskes Sambas, I Ketut Sutarja menyatakan sudahmengintruksikan seluruh dokter praktek dan dokter di puskesmas untuk memantau imunisasi terhadap anak-anak dan balita. Ketut juga menjamin, semua vaksin di pusat pelayanan kesehatan di Sambas bebas dari vaksin palsu.

“Jadi, kita minta para dokter agar bisa memantau anak-anak yang diberikan imunisasi,  apakah ada perubahan atau tidak,” tukas Ketut. (nov/mul/sut)