Polres Sambas Amankan Ibu Rumah Tangga Tersangka Narkoba

Sambas

Editor sutan Dibaca : 870

Polres Sambas Amankan Ibu Rumah Tangga Tersangka Narkoba
Mahasiswi menunjukan selebaran berisi ajakan stop dan jauhi narkoba. (Foto: Antara/Muhamad Iqbal)
SAMBAS, SP –  Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sambas mengamankan F (44), pengedar narkoba jenis sabu-sabu. F ditangkap di bawah kolong rumah tetangganya,  ketika akan mengambil bungkusan plastik hitam berisi 32 paket sabu-sabu, Minggu (21/8).  

Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Eko Mardianto mengatakan, penangkapan wanita asal Desa Sebatuan, Kecamatan Pemangkat ini berawal dari laporan masyarakat,  yang curiga karena kediaman tersangka sering didatangi oleh orang tak dikenal pada malam hari.

Aparat kemudian melakukan pengintaian gerak gerik tersangka, kemudian berhasil menangkap basah F yang kesehariannya merupakan ibu rumah tangga.


"Tersangka berhasil kita tangkap saat hendak keluar rumah dan menuju kolong rumah tetangga. Tersangka diciduk ketika akan mengambil bungkusan plastik hitam di bawah kolong rumah yang ternyata berisikan 32 paket sabu," kata Kapolres, Selasa (23/8).


Saat ini dikatakan Eko, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Sambas guna penyidikan lebih lanjut.

Wakil Bupati Sambas, Hairiah angkat bicara terkait kasus ini. Ia mengatakan kasus narkoba melibatkan ibu rumah tangga sangat memprihatinkan. "Prihatin melihat kasus narkoba yang terjadi, apalagi ini melibatkan ibu rumah tangga, padahal sudah diketahui resiko hukum yang dihadapi terhadap para pengedar narkoba," katanya.

Hairiah menilai, selain peran pihak kepolisian, untuk menangani peredaran narkoba di Sambas, juga diperlukan peran serta aktif dari Badan Narkotika Nasional (BNN).


"Dalam hal ini, kami menjunjung tinggi penegakkan hukum terhadap semua proses yang dijalani. Selanjutnya untuk kerja sama selayaknya memang harus segera dilakukan antara pemerintah Sambas dan BNN untuk pencegahan, pemberantasan dan peredaran narkotika, psikotropika serta bahan-bahan adiktif yang berbahaya tersebut," papar dia.

Dengan kerjasama tersebut nantinya diharapkan diharapkan masyarakat Sambas akan terselamatkan dari cengkraman narkoba.

"Dengan adanya kerja sama di harapkan efektifitas pencegahan dan penindakan berjalan seiring sehingga anak-anak dan masyarakat Sambas terhindar dari narkoba," harapnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sambas, Uray Guntur Saputra menilai permasalahan narkoba di Sambas sudah sangat memprihatinkan.


Guntur juga menilai keberadaan BNN di Kabupaten Sambas sangat diperlukan dengan harapan akan dapat memberantas peredaran dan narkoba.


 "Sudah saatnya kita punya BNN Kabupaten Sambas, untuk memberantas peredaran narkoba, akan tetapi badan ini tidak bisa hanya berjalan sendiri melainkan harus dibantu oleh seluruh masyarakat sambas," tegasnya.
 

Namun menurutnya tugas pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tanggungjawab dari aparat penegak hukum. Masyarakat juga dituntut untuk dapat berperan serta aktif dalam masalah ini.

"Tidak mungkin peran ini kita tumpukan hanya kepada aparat penegak hukum, aparat penegak hukum lebih konsentrasi kepada penindakannya, tetapi dalam mengawasi peredaran perlu bantuan informasi dari masyarakat atau dari kita semua," pungkasnya. (noi/jee/sut)