Pemetaan Tapal Batas Desa di Kabupaten Sambas Cegah Konflik

Sambas

Editor Soetana hasby Dibaca : 1582

Pemetaan Tapal Batas Desa di Kabupaten Sambas Cegah Konflik
Ilustrasi
SAMBAS, SP – Penyelesaian tapal batas desa di Kabupaten Sambas, kata  Kepala Desa Semanga Jube Herzami akan menekan munculnya konflik antardesa.

"Sekarang satu dua meter luas tanah di pedesaan sangatlah beharga. Hal ini disebabkan banyaknya perusahaan sawit yang berinvestasi. Tetapi, inilah yang menjadi masalah, konflik batas desa menjadi momok bagi kita," kata Jube.

Menurutnya, dalam penyelesaian tapal batas desa, mereka telah menyiapkan anggaran dari APBDesa agar pemetaan bisa diselesaikan.

“Ini menjadi penting bagi desa dalam hal perencanaan pembangunan desa dengan basis potensi," imbuhnya.

Dia pun mengapresiasi program lembaga non-pemerintah, Gemawan, yang kini sedang melakukan pemetaan tapal batas di 55 desa.

BERITA TERKAIT:
Penyelesaian Tapal Batas di Wilayah Sambas Dituntaskan Tahun Ini 

Direktur Lembaga Gemawan, Laili Khainur mengatakan peta dan tapal batas desa akan sangat membantu dalam perkembangan desa itu sendiri, guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

"Peta secara komprehensif penting guna mengetahui ruang desa, agar bisa memanfaatkan potensi maksimal desa. Mulai dari tapal batas, potensi atau luas lahan pertanian dan beragam informasi penting lainnya. Ini akan sangat membantu dalam hal perencanaan desa ke depan," ujar Laili dalam workshop ‘Mendorong Kedaulatan Desa Atas Ruang ‘ di Aula Bappeda Kabupaten Sambas, Senin (30/1) kemarin.

Dijelaskannya dari 193 desa di Kabupaten Sambas, kini 55 desa dalam proses pemetaan. "Terdapat 193 desa di Kabupaten Sambas. 55 desa di antaranya sedang dalam proses pemetaan partisipatif. Ini menjadi perjalanan panjang untuk pemetaan. Karenanya kita menyebar dan sangat perlu bantuan serta partisipasi dari masyarakat desa dan instansi terkait," kata dia.

Dalam pemetaan, Laili mengatakan pihaknya menggunakan alat GPS dan drone.

"Pemetaan partisipatif telah dilakukan di beberapa desa untuk penataan ruang desa. Ini menggunakan model manual dengan teknik GPS dan drone, sehingga lebih kelihatan secara detail,” jelas Laili.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Yusran mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Gemawan.

"Kita sangat mengapresisasi rekan-rekan Gemawan yang telah bersusah payah melaksanakan program pemetaan partisipatif ini. Kita akui, informasi terkait tapal batas desa sering menjadi momok bagi pemerintah di desa dan kabupaten," ujar Yusran. (noi/bah)

Baca Juga:
PT LAP dan PT MP Komitmen Cegah Karhutla 2017
Ini Syarat dan Tahapan Uji Ulang Tenaga Honorer Pemkab Ketapang
Hildi Dihadapan  Mahasiswa ITB, Sukadana Banyak Bule