Langganan SP 2

RSUD Sambas Kesulitan Rekrut Tenaga Medis

Sambas

Editor sutan Dibaca : 1769

RSUD Sambas Kesulitan Rekrut Tenaga Medis
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
SAMBAS, SP- Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sambas, Ganjar Prabowo mengaku pihaknya selama ini kesulitan merekrut tenaga medis. Terutama tenaga dokter spesialis yang mau mengabdi di daerah.  

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis, pihak RSUD Sambas mengandalkan kerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

"Tenaga dokter dari Undip itu pun bukan dokter tetap, tapi dengan sistem  kontrak," katanya kepada Suara Pemred
, Rabu (8/2).

Dia mengungkapkan pada 2016, sejumlah dokter spesialis yang bertugas di RSUD Sambas telah habis masa kontrak. Beruntung begitu para dokter pulang ke daerah asal, pihak RSUD mendapatkan dokter pengganti dari Undip.


"Harapan kita, dokter dari Undip yang pernah bertugas ke Sambas, bisa menceritakan ke dokter yang lain. Bahwa tugas di Sambas tidak seburuk yang dibayangkan," ujar Ganjar.

Menurutnya, masyarakat daerah yang ramah dan  bersahabat, manajemen RSUD Sambas dianggap sangat baik. Selain pemberian tunjangan dan gaji yang tepat waktu, tenaga medis di RSUD ini sudah ideal.

"Besaran insentif untuk dokter spesialis diberikan pihak RSUD Rp 25 juta per bulan. Angka itu belum ditambah jasa layanan," tandasnya.

Ganjar menuturkan saat ini komposisi dokter spesialis yang dimiliki RSUD Sambas berjumlah 10 orang, dan 8 dokter umum. Seluruh dokter di RSUD Sambas didatangkan dari luar daerah.


"Saat ini ada enam calon dokter merupakan putra daerah. Mereka sekarang sedang penyelesaikan studi mereka. Dua tahun lagi mereka sudah selesai pendidikan," pungkasnya. (noi/loh)