Pemda Sambas Bangun Infrastruktur Telekomunikasi di Perbatasan

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 570

Pemda Sambas Bangun Infrastruktur Telekomunikasi di Perbatasan
PLBN ARUK – Dua pelajar SMA sedang berfoto dengan latar gedung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kabupaten Sambas. Dinas Perhubungan setempat akan segera membangun infrastruktur telekomunikasi di kawasan tersebut.
SAMBAS, SP - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sambas akan menyiapkan infrastruktur telekomunikasi di daerah perbatasan.

Hal ini disampaikan Kepala Disubkominfo Kabupaten Sambas, Darsono kepada wartawan, Minggu (7/5).

"Membangun daerah perbatasan terutama yang bersentuhan dengan negara tetangga harus kita prioritaskan, satu diantaranya yaitu infrastruktur telekomunikasi," ungkapnya.

Daerah perbatasan, kata Darsono, mesti mendapat sentuhan teknologi komunikasi sebagaimana daerah perkotaan, hal ini mengingat pemerintah pusat dan lebih khusus Pemda Sambas memiliki kepentingan untuk menyampaikan informasi pembangunan dan sebagainya.

"Ini (sarana telekomunikasi) juga untuk mendukung visi misi bupati yakni Sambas yang berakhlaqul karimah. Karenanya kita menargetkan pada tahun 2018 kelak daerah perbatasan ini sebagian besar akan tercover sinyal seluler serta internet," jelasnya.

Kecamatan Paloh dan Sajingan, kata Darsono, membutuhkan hal tersebut. Darsono yakin dengan adanya internet di daerah perbatasan, banyak hal positif akan didapat. "Misalnya Kecamatan Paloh sebagai daerah pesisir pantai. Untuk mengembangkan pariwisata di daerah ini akan cukup terkendala apabila pengunjung yang datang tidak betah lantaran kesulitan melakukan komunikasi karena tidak ada sinyal seluler apalagi internet,” katanya.

Lagi pula, basis pekerjaan era sekarang banyak mengandalkan internet sebagai sarana utamanya. Darsono melanjutkan, pada 2018 beberapa titik di daerah perbatasan akan didirikan menara telekomunikasi.

"Sementara kita telah mengajukan adanya pembangunan enam tower untuk daerah perbatasan pada 2018 kepada Kementerian Perhubungan RI dan terus berkembang," katanya.

Selain itu, pihak penyedia layanan atau provider telekomunikasi swasta nantinya harus turut andil untuk menyebar layanannya supaya bisa dijangkau masyarakat lewat keberadaan tower tersebut.

"Provider kita harapkan untuk hadir di perbatasan lewat tower tersebut. Membangun daerah perbatasan memerlukan sinergisitas. Karena itu provider jangan dulu mengutamakan hitungan untung rugi," pungkasnya. (noi/bah)