Bawa Sabu, Dua Warga Perbatasan Bengkayang Dibekuk

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 611

Bawa Sabu, Dua Warga Perbatasan Bengkayang Dibekuk
INTEROGASI – Polisi sedang menginterogasi dua tersangka pembawa sabu di Mapolres Bengkayang, Selasa (9/5).
BENGKAYANG, SP - Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bengkayang membekuk dua pelaku yang diduga membawa narkoba jenis sabu di tepi Jalan Raya Dwikora Seluas, tepatnya di depan Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Seluas, Selasa (9/5) sekitar pukul 22.30 WIB.

"Kami berhasil menangkap dua pria pelaku narkoba saat menggelar razia," ungkap Kepala Polres Bengkayang, AKBP Bambang Irawan melalui Kepala Polsek Seluas, IPDA Dicky Armana Subakti, Kamis (11/5).

Dua pelaku merupakan warga Perbatasan Indonesia-Malaysia, masing-masing berinisial FT alias T (27) dan A (28), keduanya warga Kecamatan Jagoi Babang. "Kedua pelaku tidak tamat sekolah dasar," terang Subakti.

Subakti menceritakan, saat razia, polisi mencurigai dua pelaku itu dan lantas menggeledah. Ditemukanlah barang bukti berupa satu buah potongan pipet plastik warna kuning transparan yang di dalamnya berisikan serbuk kristal yang diduga sabu. Kemudian satu buah plastik klip warna putih bening ukuran sedang berisikan bong kaca (alat isap sabu,red).
 

Polisi juga menemukan satu buah korek api gas, satu helai jaket, empat buah telepon genggam, tiga lembar uang Ringgit Malaysia masing-masing satu ringit Malaysia.

"Kami juga menahan satu unit mobil Mitsubishi Pajero Malaysia tanpa nomor kendaraan warna merah maroon beserta anak kunci," tegas Subakti.

Saat ini pelaku dan barang bukti sedang diamankan di Polsek Seluas guna penyidikan lebih lanjut. Satu di antara warga Bengkayang, Martin mengapresiasi kerja polisi yang membekuk pelaku yang membawa narkoba. “Dengan begitu, mereka yang hendak kembali membawa narkoba di jalur yang sama akan berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan jahatnya,” kata Martin.

Martin juga berharap polisi rutin menggelar razia di titik-titik rawan penyelundupan narkoba. “Agar Bengkayang bersih dari narkoba sehingga generasi muda tidak hancur gara-gara barang haram itu,” pungkas Martin. (cah/bah)