Kebun Raya Sambas Terus Digenjot

Sambas

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 960

Kebun Raya Sambas Terus Digenjot
KEBUN RAYA – Kawanan rusa hidup bebas di Kebun Raya Bogor. Di Sambas, direncanakan juga akan memiliki kebun raya yang terus didorong untuk terealisasi pada 2019 mendatang.
SAMBAS, SP – Pada 2019 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) direncanakan akan meresmikan Kebun Raya Sambas. Namun beberapa persaratan harus dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Sambas yakni membentuk peraturan daerah,  Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan sertifikasi lahan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Misni Safari mengatakan, perda terkait hal tersebut sudah dibentuk namun untuk UPT dan setifikasi lahan, belum.

"Untuk perdanya telah kita bentuk dan saya merupakan koordinator Perda Kebun Raya Sambas tersebut," katanya, Kamis (18/5). Misni pun meminta Pemkab Sambas untuk memenuhi persyaratan penyiapan UPT dan sertifikasi lahan.

"Ketentuannya memang seperti itu. Untuk meresmikan Kebun Raya Sambas oleh LIPI harus memiliki tiga persyaratan tersebut," ungkapnya. Kebun Raya Sambas yang terletak di Kecamatan Subah, kata Misni, merupakan kebun raya yang terbesar di Indonesia dengan luas lahan mencapai 300 hektare.

" Kebun Raya Sambas merupakan kebun raya terbesar di Indonesia dan mengalahkan Kebun Raya Bogor. Jika ini telah diresmikan, banyak sekali manfaat yang didapatkan kabupaten Sambas yakni bisa dijadikan tempat parawisata, tempat penelitian dan tempat belajar bagi pelajar atau mahasiswa," jelasnya.

Untuk itu, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mendorong Pemkab Sambas untuk segera memenuhi persyarakat yang ada. "Ini sudah tahun 2017. Saya berharap Pemda Sambas menggangarkan pada APBD perubahan tahun ini untuk pembuatan UPT dan sertifikasi lahan serta infrastruktur jalan menuju KRS. Kemudian untuk APBD 2018 kita genjot lagi," ungkapnya.

"Jika nantinya telah diresmikan LIPI, tentu banyak anggaran pusat yang datang ke Kabupaten Sambas," pungkasnya. (noi/bah)