Tunjangan Guru SMA Sambas Macet Sejak 2016

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 1013

Tunjangan Guru SMA Sambas Macet Sejak 2016
ilustrasi
SAMBAS, SP - Guru SMA/SMK di Kabupaten Sambas, belum merima Tunjangan Kinerja (Tukin) sejak oktober 2016. Kondisi ini jadi keluhan yang berpanjangan para guru.  

Hafizar, Guru PNS di SMK Sambas mengatakan belum Tukin tersebut semestinya ia dapatkan rutin dalam tiga bulan sekali. Tukin ini merupakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).  

"Sejak Oktober SK sudah keluar, namun hingga saat ini belum ada pencarian," kata Hafzar, kepada Suara Pemred, Senin (29/5).
 

Menurut Hafizar, kondisi ini disebabkan adanya alih kelola SMA/SMK dari Pemkab kepada Pemprov. Sebagai guru muda, ia pun bingung dengan keadaanya ini. Karena, tidak ada keterangan ataupun informasi yang valid dari instansi berwenang.  

“Kami bingung, ini menjadi tanggung jawab siapa, apakah Pemprov atau Pemkab. Kami tidak pernah mendapat kepastian,” ungkapnya.   Keluhan senada juga disampaikan Dewi. Ia mengakui belum menerima tunjangan serupa. Sejak Desember 2016, ia dan rekan-rekan guru SMA/SMK di Sambas, tidak pernah mendapatkan informasi terkait dengan pencairan TPP.  

“Belum tahu kapan akan menerima, Semoga bisa segera dicairkan. Mengingat sebulan lagi sudah lebaran,” kata Dewi.  

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Kadisdikbud) Sambas, Jusmadi mengatakan pihaknya tidak bisa berbicara banyak terkait hal ini. Menurunya, berbagai hal tentang SMA/SMK, sudah jadi tanggung jawab Disdikbus Provinsi Kalbar.

"Untuk tunjangan guru SMA/SMK jadi kewenaangan Pemprov, lewat Disdikbud. Seperti apa penyelenggaraannya, kemudian Kespeg-nya, semua wewenangnya sudah di provinsi, tidak di kabupaten lagi,"ujarnya.  

Jusmadi justru mengajui guru PNS SD dan SMP, untuk tunjangan sertifikasi sudah cair. Dan hanya satu bulan yang belum, namun sudah diusulkan pencairannya. “Tetapi, 100 lebih masih belum, karena salah SK-nya, jam pelajaran atau datanya," kata Jusmadi.  

Ia pun meminta guru yang bersangkutan untuk mendatangi Disidikbud agar dibetulkan datanya. Sementara Tukin Kespeg, baru bulan Desember 2016. (noi/mul)