BPOM Pastikan Takjil Steril

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 349

BPOM Pastikan Takjil Steril
BPOM
SAMBAS, SP - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalbar, menyatakan aneka makanan dijajakan para pedagang juadah di Pasar Sambas, steril dari bahan berbahaya. Aneka makanan yang biasa disebut Takjil ini, telah diuji pada Rabu (31/5).  

Dari pengujian yang dilakukan BPOM diwaktu yang sama, dipastikan panganan untuk berbuka puasa tersebut aman dikonsumsi masyarakat. Untuk itu, masyarakat tidak perlu ragu membeli dan mengkonsumsi makanan-makanan tersebut.   Satu di antara penguji makanan dari BPOM Kalbar, R Hutapea menjelaskan, saat pengecekan makanan pihaknya didampingi petugas Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Sambas. Tim mengecek makanan di pasar juadah Jembatan Asam.

“Ada 14 sampel makanan yang kami ambil, dan langsung kami periksa. Jumlah ini dari semua lapak yang menjual takjil di Jembatan Asam,” ujar Hutapea, Jumat (2/6).  

Selain di Jembatan Asam, tim juga memeriksa makana-makanan di beberapa tempat jualan takjil yang besar dan ramai dikunjungi oleh masyarakat. Saat pengecekan, tim melibatkan mobil laboratorium keliling, supaya pengujian bisa di lokasi.  

“Pengujian sampel pangan dilakukan, bertujuan memberi rasa aman kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sampel makanan dilakukan pengujian parameter kimia dan mikrobiologi,” paparnya.  

Pengujian parameter kimia meliputi Rhodamin B, Formalin, Borax dan Metanil Yellow. Rodhamin B merupakan zat pewarna berbahaya diuji melalui sampel pangan sirup merah, kue dan agar-agar atau puding. Formalin diuji untuk tahu, bakso, mie dan ikan, baik yang dimasak gulai maupun digoreng.  

Sedangkan Metanil Yellow diperiksa melalui sirup dan kue. Borax diuji melalui bakso, gado-gado dan kolang-kaling.   "Pengujian parameter mikrobiologi dilakukan untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform dalam makanan, yakni Angka Lempeng Total (ALT) dan   "Most Probable Number (MPN) Coliform", jelasnya.  

Dia mengemukakan, jika ditemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya, maka pihaknya akan membina para pedagang agar mereka dapat memperbaiki kesalahannya.  

"Kami fokus melakukan pembinaan karena tidak semua pedagang yang membuat makanan, tetapi hanya menjual. Langkah selanjutnya akan mengajarkan cara penyajian makanan yang bersih agar tidak terkontaminasi bakteri," pungkasnya. (ant/noi/mul)

Komentar