Polres Amankan Pengguna Narkoba

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 742

Polres Amankan Pengguna Narkoba
APEL MALAM – Kapolres Sambas, AKBP Cahyo Hadi Prabowo, memimpin apel malam sebelum Operasi Pekat kapuas (OPK) 2017. Pada Kamis (8/6), tim OPK merazia hotel dan berhasil mengamankan pelaku penyalahgunaan Narkoba. SUARA PEMRED/NOI NURHADI
SAMBAS, SP- Razia hotel dalam rangka Operasi Pekat Kapuas (OPK) 2017, yang dilakukan  Polres Sambas, berhasi mengamankan pelaku penyalahgunaan Narkoba. Mereka terdiri dari seorang lelaki dan dua perempuan, yang didapati di kamar Hotel Sambas Indah, Jalan Panji Anom, Kecamatan Sambas, Kamis (8/6).  

Ketiganya tidak bisa berkutik lagi, saat tim Polres Sambas menemukan barang bukti, berupa serbuk putih. Saat penggeledahan, aparat menemukan satu paket plastik klip transparan yang berisikan kristal putih dan diduga Narkotika jenis shabu.  

“Satu di antara penghuni kamar tersebut pasrah dan mengakui kalau benda tersebut adalah miliknya. Saat diinterogasi, tersangka mengakui bahwa paket plastik klip transparan berisikan kristal putih, adalah miliknya. Terangka sempat berupaya membuangnya di kamar mandi," kata Kasatres Narkoba Polres Sambas, AKP Denny Satria.  

Ketiga tersangka masing-masberinisal IS, laki-laki (34), asal Kelurahan Kota Baru, Kota Pontianak. Kemudian SIT perempuan (26) asal Desa Lorong, Kecamatan Sambas dan SNA, perempuan (22) asal Desa Tanjung Mekar Kecamatan Sambas. Ketiganya digelandang petugas ke Mapolres, untuk diproses hukum.   Dari penangkapan tersebut, aparat juga mengamankan BB berupa sebuah kotak Kondom merk Durex warna hitam, dan empat handphone.  

"Tersangka berikut BB telah kita amankan, selanjutnya akan diuji BB dan tes urin untuk ketiga tersangka," paparnya.   Kapolres Sambas, AKBP Cahyo Hadi Prabowo mengungkapkan bahwa giat OPK bersama Forkompinda merupakan suatu upaya bersama yang dilakukan untuk menjaga kondusifitas lingkungan selama bulan ramadan.  

"Di antaranya kita melakukan pengamanan di tempat-tempat hiburan malam, hotel maupun penginapan yang dapat mengganggu kondusifitas lingkungan selama bulan ramadan. Sasaran utamanya penyakit masyarakat yaitu penyalahgunaan narkoba, miras, prostitusi dan hal lain dalam bentuk penyakit masyarakat," ujarnya. Kegiatan ini rutin dilakukan pada hari biasa. Hanya pada saat bulan ramadan, giat ini ditingkatkan dibandingkan hari-hari biasa.

 "Kegiatan ini selain Bulan Ramadan, rutin kita lakukan. Hanya saja pada saat bulan ramadan ini kita, bersama forkopimda meningkatkan giat operasi pekat ini," ujarnya.

  Pada OPK 2017, juga terjaring, satu pengunjung hotel, yang kedapatan membawa satu paket Narkoba diduga berjenis sabu. Kapolres mengungkapkan, bahwa peredaran Narkoba saat ini memasuki fase kritis. Karena Narkoba, begitu cepat beredar dan mudah didapatkan.  

"Kami kepolisian tetap berkomitmen melalui berbagai upaya dalam menekan peredaran narkoba. Tetapi, tanpa mendapat dukungan dari masyarakat hal itu cukup sulit, selain itu kita juga perlu dukungan dan keterlibatan forkopimda kemudian instansi terkait yang berperan disini," katanya.  

Kabupaten Sambas, berbatasan langsung dengan negara Malasyia. Pengawasan ekstra sangat dibutuhkan, untuk mencegah narkoba masuk melalui jalur perbatasan.  

"Kita juga harapkan BNN segera hadir dan segera terealisasi. Dengan adanya BNN kami dari kepolisian akan terbantu sekali, bersama dengan komponen masyarakat lainnya mencegah peredaran narkoba di Kabupaten Sambas," ujarnya.   Kapolres berpesan kepada para orangtua, melihat maraknya kenakalan remaja ya g terjadi di Kabupaten Sambas. Sampai beralih kepada kasus pencabulan, untuk lebih memberikan perhatian kepada anak-anak mereka.  

"Perhatian orangtua terhadap anaknya memiliki peran utama dalam mencegah narkoba, prostitusi, asusila dan lainnya. kebanyakan dari orangtua saat ini acuh tak acuh terhadap anaknya terlalu membiarkannya bebas tanpa terkontrol," paparnya. (noi/mul)