Pupuk Subsidi di Sambas Kurang Kuota

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 410

Pupuk Subsidi di Sambas Kurang Kuota
ilustrasi
SAMBAS, SP - Alokasi pupuk bersubsidi Kabupaten Sambas mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Namun jumlah tersebut dinilai masih kurang, jika diperuntukan untuk semua luas tanam yang ada.  

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadis Tanpangan) Musanif mengatakan, pupuk bersubsidi sangat ditunggu-tunggu oleh para petani kecil. Mereka berharap, penyalurannya bisa terpadu.  

"Untuk pupuk bersubsidi memang ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Namun kalau jumlahmya secara pasti saya tidak ingat, yang ada kita akan berusaha menyalurkan sesuai yang ada" papar Musanif.  

Menurut Musanif, idealnya pupuk subsidi diberikan kepada semua petani. Saat ini pupuk yang ada masih kurang pupuk, karena hanya bisa maksimal memenuhi sekitar 57 persen dari luas area pertanian.  

Dikatakan musanif kekurangan pupuk besubsidi bisa bisa ditutupi dengan pupuk non subsisi yang banyak dipasar. Memang masih ada pupuk non subsisi jadi bagi masyarakat yang mampu dan bisa membeli pupuk tersebut.  

Sementara untuk penyaluran pupuk bersubsidi, Musanif mengakui berdasarkan kebutuhan petani setempat jadi sesuai dengan permintaan petani namun karena pupuknya tidak banyak tentu ada sistem pembagian agar penyaluranya merata.  

"Kita untuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada masyarakat berdasarkan kebutuhan petani setempat, namun kalau semua kebutuhan petani dipenuhi tentu tidak cukup jadi kita berikan ada sistem pembagian, hal ini supaya pupuk bersubsisi merata kepada petani," ungkpanya.  

Sedangkan terkait dengan banyak keluhan masyarakat tentang tidak tersedianya pupuk bersubsidi di Kabupaten Sambas diungkapkan Musanif tentu dilihat dulu kebenarannya.  

"Untuk penyaluranya, jika petani mengaku tidak mendapatkan pupuk bersubsidi, kita lihat dahulu apakah memang petanintidak membeli atau barangnya terlambat sampai, namun kalau untuk program sepeti Hazton tahun lalu semua kita berikan tetapi tidak ada pupuk kimia hanya organik saja," tutupnya. (noi/mul)