Pembangunan Jembatan Mensere Dipertanyakan

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 816

Pembangunan Jembatan Mensere Dipertanyakan
AUDIENSI - Puluhan warga Desa Segarau Parit dan Desa Mensere, Kabupaten Sambas, mendatangi DPRD Kabupaten Sambas untuk audiensi, baru-baru ini. Mereka mempertanyakan progres pembangunan Jembatan Mensere.
SAMBAS, SP - Puluhan warga Desa Segarau Parit dan Desa Mensere, Kabupaten Sambas, mendatangi DPRD setempat untuk mempertanyakan progres pembangunan Jembatan Mensere.

"Tujuan audiensi kami ke DPRD Sambas agar pembangunan jembatan dapat segera dilaksanakan. Kami mempertanyakan apa lagi yang perlu dibantu agar pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan," ujar Koodinator warga, Joniardi saat dihubungi di Sambas, baru-baru ini.

Joniardi mengatasnamakan panitia percepatan pembangunan Jembatan Mensere Segarau, menilai kebutuhan akan jembatan untuk menghubungkan beberapa daerah yang terpisah oleh Sungai Sambas Besar sudah selayaknya dipenuhi pemerintah untuk meningkatkan kemajuan daerah dalam berbagai hal.

"Pembangunan Jembatan Mensere Segarau telah digagas sejak tahun 2005 dengan tujuan menghubungkan masyarakat Pulau Beranyut," kata Joniardi.

Menurutnya, saat ini dukungan warga telah diberikan untuk terlaksananya pembangunan jembatan tersebut. Ia mencontohkan seperti ada sejumlah warga yang merelakan lahannya dijadikan jalan.

"Hal itu merupakan bentuk dukungan masyarakat untuk pembangunan jembatan yang menjadi impian masyarakat," jelas Joniardi.

Sementara itu, warga lainnya, Jamiat Jupri yang juga penggagas pembangunan Jembatan Mensere Segarau mempertanyakan sampai dimana realisasi pembangunan jembatan.

"Selaku panitia penggagas selama ini ditunggu oleh masyarakat, kami harap supaya cepat. Lahan yang telah diberikan oleh masyarakat Segarau dan Mensere harusnya dihargai, dalam hal ini Segarau-Mensere sudah siap," kata Jamiat.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili meyakini pembangunan Jembatan Mensere-Segarau berdampak besar terhadap pertumbuhan positif perekonomian Kabupaten Sambas.
Karenanya, tidak ada alasan untuk tidak memberikan yang terbaik dalam memperjuangkan realisasi pembangunannya.

"Sejak saya dilantik Juni tahun lalu, saya telah bertemu banyak pejabat penting guna memperjuangkan realisasi pembangunan jembatan itu," tegas Atbah pada April lalu.
Di antaranya, Atbah telah menjumpai langsung pihak Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga meminta dukungan penuh DPR RI dan DPD RI. Atbah langsung yang memaparkan terkait potensi pembangunan jembatan di Sungai Sambas Besar itu.

"Saya terus berjuang untuk merealisasikan ini karena kita tahu potensi pembangunan jembatan ini tidak ada hal mubazirnya. Banyak yang akan merasakan nilai kemanfaatannya nanti," tutur Atbah.
Dari beberapa pertemuan dengan pejabat di pemerintah pusat, lanjut Atbah, telah ditemukan penegasan penting unit kerja terkait terhadap komitmen jembatan itu.

Dia mengajak seluruh masyarakat Sambas berdoa untuk kepastian dan kelancaran proses realisasi pembangunan jembatan tersebut.
"Mari kita sama-sama berdoa. Kita sama-sama kawal proses realisasi ini. Semoga tahun ini dan tahun depan sudah ada kerja nyata pembangunan," harap Atbah. (ant/noi/bah)