Atbah Berjuang Listrik Aliri Daerah Gulita

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 383

Atbah Berjuang Listrik Aliri Daerah Gulita
TANAM TIANG – Warga bergotong royong menanam tiang listrik di desanya. Di Sambas, beberapa desa masih belum teraliri listrik PLN. Warga sudah siap membantu, contohnya menanam tiang listrik, jika PLN mengaliri desa mereka.
SAMBAS, SP – Beberapa daerah di Kabupaten Sambas sampai saat ini masih harus merasakan kemalangan karena listrik negara belum masuk. Padahal, listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat yang harus dipenuhi negara. Menanggapi itu, Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengaku telah berkomunikasi dengan pihak PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah di Kabupaten Sambas yang hingga belum teraliri.

"Kita sudah berkomunikasi dengan PLN di Pontianak dengan meminta mereka mengaliri listrik di daerah Kabupaten Sambas yang sampai hari ini masih belum teraliri listrik PLN," kata Atbah, Selasa (18/7). Namun, listrik dapat tersambung ke sebuah daerah harus melewati banyak tahapan, salah satunya mengenai kajian-kajian yang dilakukan pihak PLN.

"Kita sudah mengusulkan ini, namun untuk perwujudannya melalui proses seperti kajian-kajian yang dilakukan pihak PLN seperti lokasi dan jarak daerah yang belum tersentuh PLN," jelas Atbah. Seperti yang disampaikan Direktur PLN Wilayah Kalimantan Barat, kata Atbah, bahwa Kabupaten Sambas tidak kekekurangan pasokan lisrik. Namun untuk pemasangannya harus perlu kajian-kajian tertentu.

"Memang Sambas tidak kekurangan listrik, akan tetapi dalam pemasangannya harus melalui kajian-kajian tertentu baru bisa direalisasikan," kata Atbah. Sejauh ini, Pemkab Sambas terus mengupayakan agar setiap daerah di Sambas bisa merasakan listrik. "Kita selalu berkomitmen untuk mendorong hal ini.

Setiap tahun kita selalu menganggarkan seperti infrastrukur dan sarana prasaran agar PLN lebih mudah menjangkau daerah yang belum teraliri listrik. Kita inginkan penerangan betuk-betul dirasakan oleh semua orang," pungkas Atbah.

Gunakan Genset


Salah satu daerah yang saat ini belum teraliri listrik adalah Dusun Pinang Merah, Desa Simpang Empat, Kecamatan Tangaran. Kepala Rukun Keluarga (RT) Dusun Pinang Merah, Lamsah mengatakan, sejak awal dusunnya tidak memiliki listrik PLN. Padahal, jika dihitung dari jumlah Kepala Keluarga (KK) di dusunnya mencapai 300-an. Dan hanya perlu 300 meter dari desa nomor empat Kecamatam Jawai yang telah  memiliki jaringan listrik PLN.

"Ada sekitar 300 Kepala Keluarga di dusun ini dan desa kami merupakan jalan yang menghubungkan Kecamatan Jawai dan Teluk Keramat hingga ke Paloh," ungkap Lamsah. Dikatakan bahwa saat ini masing-masing mengandalkan penerangan bersumber dari panel surya. Itupun hanya bisa digunakan satu lampu tiga watt baru bisa semalaman jika seharian panas. Tetapi ketika cuaca mendung, maka hanya dapat menerangi tiga jam saja.

"Bagi yang mampu bisa menggunakan genset, namun dua liter solar hanya mampu menerangi dua jam. Jika semalam tentu bisa mahal sekali. Bahkan saat bulan puasa ini tadarusan di masjid hanya diberikan waktu sampai jam 10 karena faktor biaya bahan bakar tadi," ungkap Lamsah. Lamsah mengungkapkan bahwa sekitar 13 belas tahun lalu ada rencana listrik akan masuk. Nyatanya sampai saat ini belum juga terealisasi.

"Dulu kita bahkan menebangi kelapa di sepanjang jalan untuk memudahkan masuknya listrik, namun hingga sekarang belum juga ada tanda-tanda pemasangan listriknya," kata Lamsah. Selain masalah listrik, dusun itu juga dihadapai masalah kondisi jalan yang berpasir, yang sangat menyulitkan saat berkendara.

"Jika musim hujan, jalan lumayan agak keras. Namun jika musim hujan, pasir sangat tebal sehingga menyulitkan ketika berkendara," kata Lamsah. Warga dusun yang hampir 80 persen nelayan ini mengaku kesulitan untuk menjalankan roda ekonomi masyarakat lantaran kedua faktor penting tersebut yang tidak tersedia.

"Jika ingin menjual hasil tangkapan ikan, tentunya perlu di-es dulu. Listrik tidak ada. Bagaimana ikan bisa bertahan. Begitu juga akses jalan sangat menyulitkan ketika ingin membawanya keluar daerah," kata Lamsah. Lamsah berharap pemerintah daerah mendengar rintihan masyarakat.

“Dan kami sangat berharap listrik bisa masuk, begitu pula perbaikan jalan. Kami siap bergotong royong apabila diperlukan untuk mengangkut atau memasang tiang listrik. Ini supaya kami dan anak-anak kami bisa meningkati pembangunan," pungkas Lamsah. (noi/bah)