Dua Warga Mengamuk Dompeng Disita

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 395

Dua Warga Mengamuk Dompeng Disita
AMANKAN DOMPENG – Anggota Polres Bengkayang mengamankan mesin dompeng yang dipakai untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) saat operasi penertiban PETI di Dusun Tapang, Desa Bana, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, Selasa (18/7). Foto inse
BENGKAYANG, SP - Lambertus Ardi dan Tete, warga Dusun Tapang, Desa Bana, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang diamankan aparat Polres Bengkayang karena membawa senapan api rakitan jenis lantak dan senapan angin merk canon ke Kantor Mapolres Bengkayang pada Selasa (18/7).

Kepala Satuan Reskrim Polres Bengkayang, AKP Novrial Alberti Kombo mengungkapkan bahwa kronologi diamankannya dua pelaku tersebut karena menolak mesin dompeng untuk Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) milik tuannya disita polisi. Penyitaan mesin itu dilakukan polisi saat operasi PETI di wilayah hukum Polres Bengkayang.

   “Keduanya dalam keadaan mabuk datang ke Polres Bengkayang, berteriak-teriak menanyakan mesin dompeng yang disita polisi. Keduanya membawa senpi rakitan yang sudah dalam kondisi siap tembak,” ungkap Novrial, Rabu (19/7). Melihat kelakuan membahayakan, polisi langsung mengamankan kedua pelaku itu. Adapun kedua pelaku lainnya berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

“Kami berhasil mengamankan barang bukti dua pucuk senjata laras panjang yakni jenis rakitan lantak dan senapan angin merk Canon serta satu unit sepeda motor Yamaha Vega Zr warna hitam KB 3774 KG,” ungkap Novrial. Pada kesempatan yang sama, Novrial menuturkan bahwa sebelumnya pada Selasa (18/7) siang sekitar pukul 13.00 WIB pihaknya menggelar operasi penertiban PETI di Dusun Tapang, Desa Bana.

   "Pada operasi penertiban itu, tim lapangan berhasil mengamankan sejumlah mesin berikut perlengkapan untuk melakukan PETI yakni dua mesin merk Tianli dan NP 24 PK, satu unit POM, 3 Pipa serta beberapa perlengkapan lainnya," kata Novrial. Selain barang bukti temuan di lapangan, satu orang, diduga pemilik, turut diamankan yakni Pendi (52) warga Dusun Tapang, Desa Bana.

Pendi diamankan saat bersama TT dan LA ketika di Mapolres Bengkayang karena tidak terima alat mesin PETI miliknya diamankan. Saat ini kedua perkara tersebut sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Untuk dua pelaku yang membawa senpi akan terancam UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata. Adapun Pendi terancam Pasal 158 UU RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang Minerba. (yop/bah)

Komentar