Air PDAM Mirip Air Susu

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 220

Air PDAM Mirip Air Susu
ISI AIR – seorang warga sedang mengisi jeriken dengan air PDAM. Air tersebut digunakan untuk mencuci, memasak dan mandi. Di Sambas, air PDAM keruh dan berbau.
SAMBAS, SP – Seorang warga Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, pelanggan PDAM Tirta Muare Ulakan, Fatimah mengeluhkan air dari PDAM itu keruh. Tak hanya keruh, air leding itu juga berbau lumpur. Kejadian itu telah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

Lantaran tidak ada pilihan lain, mau tidak mau Fatimah tetap menggunakan air itu untuk mandi atau mencuci perabotan.

"Kami heran juga dengan kondisi air seperti itu. Keruh seperti air susu. Selain itu berbau seperti lumpur. Penyebabnya kami tidak tahu, tetapi yang jelas ini sangat mengganggu kami,” kata Fatimah, Minggu (23/7).

Fatimah mengatakan bahwa sebetulnya PDAM tidak pantas menjual air keruh, keputih-putihan dan berbau.

"Sepertinya air tersebut dialirkan langsung dari Danau Sebedang tanpa ada penyaringan terlebih dahulu," kata Fatimah.

Fatimah berharap pihak PDAM Tirta Muare Ulakan segera memperbaiki keadaan supaya pelanggan tidak was-was. Sebab, air ke rumah konsumen seharusnya bersih dan terjamin mutunya.

"Khawatir saja saat menggunakannya. Kami minta PDAM memperbaiki kualitas air produksinya. Kalau seperti ini kami merasa percuma bayar tagihan setiap bulan," kata Fatimah.

Total pelanggan PDAM itu baru 6.000 yang tersebar di empat kecamatan yakni dari Sambas, Tebas, Semparuk dan Pemangkat. Sedangkan pipanya sudah berusia 30 tahunan.

Di Kabupaten Sambas terdapat 19 kecamatan dan 15 kecamatan di antaranya belum tersentuh infrastruktur dasar, air bersih dari pipa PDAM.
Tokoh Masyarakat Sambas, Firman Maliki mengatakan, air PDAM keruh disebabkan beberapa faktor. Satu di antaranya yakni kebocoran pipa. Hujan deras juga dapat jadi penyebab air PDAM keruh.

   “Namun, hal itu tidak akan berpengaruh jika pipa tak bocor,” kata Firman. Kemudian, air PDAM keruh dapat juga karena terjadi kondisi penurunan temperatur air yang drastis. Penyebabnya, suhu udara yang panas dalam waktu lama, dan tiba-tiba dilanjutkan dengan hujan lebat dengan durasi cukup lama pula. Kedalaman air yang meningkat tiba-tiba, membuat tumbuhan yang berada di tepian sungai tenggelam.

“Tumbuh-tumbuhan ini mati dan selanjutnya terjadi pembusukan. Akibat pembusukan, kondisi air berubah bau dan warnanya,” kata Firman. Biasanya, hal ini ditangani dengan menambah dosis PE, kaolin, dan kaporit. Lebih lanjut, seperti telah disebutkan di atas, hujan dengan intensitas tingi juga bisa menjadi penyebab air PDAM keruh. Alasannya, air sungai tercampur dengan limbah dan lumpur.

"Ini karena debit air meningkat dan endapan bertambah banyak. Sementara endapan di dasar kali sebelumnya terurai karena arus yang deras," kata Firman. Biasanya, kondisi ini membuat PDAM harus menambah pemakaian bahan kimia supaya kualitas produksi air tetap sesuai standar. (noi/ant/bah)