Bupati Resmikan SPBU Modular di Kecamatan Paloh Sambas

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 476

Bupati Resmikan SPBU Modular di Kecamatan Paloh Sambas
RESMIKAN SPBU - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili bersama GM MOR VI Pertamina Yanuar Budi Hartanto, Komisi VII DPR RI, Khatrine A Oendoen, Komite BPH Migas, Muhammad Ibnu Fajar dan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Harya Aditya Warman melakukan Peres
SAMBAS, SP - Kini masyarakat perbatasan, khususnya di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dapat merasakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai harga nasional.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili bersama GM MOR VI Pertamina Yanuar Budi Hartanto, Komisi VII DPR RI, Khatrine A Oendoen, Komite BPH Migas, Muhammad Ibnu Fajar dan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Harya Aditya Warman melakukan Peresmian Lembaga Penyalur Program BBM Satu Harga berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Modular, Minggu (15/10).

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh kelima pejabat tersebut dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan pengisian bahan bakar minyak secara simbolis kepada konsumen.

Lokasi SPBU terletak di Desa Tanah Hitam Kecamatan Paloh. Dengan hadirnya SPBU Modular itu, masyarakat Paloh dan sekitarnya dapat merasakan langsung harga Premium Rp6.450, dan Solar Rp5.150,-.

Sebelum hadirnya SPBU, masyarakat setempat mendapatkan pasokan BBM melalui pengecer dengan harga bervariasi mulai Rp8 ribu hingga Rp9 ribu untuk jenis premium, Rp9 ribu hingga Rp10 ribu untuk jenis Ron 90 atau Pertalite dan Solar berkisar Rp7 ribu.

Atbah bersyukur atas hadirnya SPBU. Dia mengapresiasi upaya pemerintah pusat yang dilakukan Pertamina, BPH Migas, Kementerian ESDM dan DPR RI, menghadirkan pelayanan satu harga BBM di seluruh pelosok wilayah perbatasan NKRI.

Atbah menyebutkan, rasa kemerdekaan di Bumi Kab Sambas semakin bertambah dengan hadirnya SPBU Modular itu.

"Kita masyarakat Kabupapen Sambas, khususnya masyarakat Kecamatan Paloh, patut bersyukur. Pemerintah semakin mendekatkan pelayanannya bagi masyarakat perbatasan," ujar Atbah, kemarin.

Atbah berharap, keberadaan SPBU itu membawa dampak positif bagi pertumbuhan perekonomian di Paloh dan sekitarnya. Dia mengajak masyarakat Paloh mendukung penuh keberadaan SPBU itu.

Hanya saja, jangan sampai pendekatan pelayanan penyaluran BBM itu hanya peluang bagi beberapa oknum spekulan.

"Ini untuk menggerakkan roda ekonomi kita. Jangan sampai ada penyelewengan penyaluran BBM. Ini adalah upaya pemerintah memberikan rasa keadilan bagi kita semua, sehingga kita di beranda negara inipun merasakan harga yang sama seperti masyarakat di kota-kota," kata Atbah.
Atbah dalam kesempatan tersebut juga mengemukakan terkait infrastruktur fisik di Kabupaten Sambas. Dia minta pejabat pusat yang hadir bersedia mendorong terwujudnya Jembatan Sungai Sambas Besar maupun percepatan realisasi pembangunan jalan strategis nasional dari Tebas Segarau menuju Temajuk Paloh.

Hal senada juga disampaikan pemilik SPBU Modular Tanah Hitam Paloh, Agus Salim. Dia mengeluhkan beratnya medan yang harus ditempuh truk pembawa BBM menuju SPBU miliknya.

"Infrastruktur jalan sangat kami harapkan mendapatkan perhatian semua pihak, agar mampu menekan pembiayaan dalam penyaluran BBM ke SPBU," kata Agus.
Adapun Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar menegaskan, dibangunnya SPBU Modular Paloh itu merupakan bagian dari program BBM Satu Harga yang diusung pemerintah pusat.

“Ini bukti keseriusan negara untuk hadir di setiap aspek penyelenggaraan pelayanan publik dan menghadirkan rasa berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Jika terjadi penyelewengan, tolong dilaporkan kepada kita BPH Migas," ujar Fajar.

Fajar mengungkapkan, selain SPBU Modular Paloh, Sajingan Besar juga masuk radar untuk dibangun SPBU serupa. (humas/noi/bah)