Hairiah Minta Kembangkan Kebun Lada

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 782

Hairiah Minta Kembangkan Kebun Lada
SIRAM TANAMAN – Petani sedang menyiram tanaman lada di kebun. Di Sambas, Wakil Bupati setempat, Hairiah mengajak petani untuk memperluas perkebunan lada.
SAMBAS, SP – Wakil Bupati Sambas, Hairiah berharap petani di Kabupaten Sambas dapat mengembangkan perkebunan lada. Hal itu disampaikannya sehubungan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia. "Salah satu komoditi  yang harus dikembangkan di Kabupaten Sambas adalah perkebunan lada.

Sebab, sudah kita dengar dari Pak Menteri (Pertanian) komitmen dari presiden untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai penghasil rempah-rempah,” kata Hairiah, kemarin. Hairiah menilai Kabupaten Sambas sangat pas untuk pengembangan komoditas tersebut.

Sebab, Sambas masih punya lahan pertanian untuk perluasan tanaman lada. Hairiah juga mengatakan, dengan banyaknya bantuan alat-alat pertanian yang dialokasikan ke Kabupaten Sambas, diharapkan bisa menambah dan memotivasi petani lebih produktif dalam mengelola lahan.

"Ketersedian benih, pupuk yang sesuai dengan waktu dan kondisi alam sangat bermanfaat memberikan kontribusi nyata peningkatan hasil panen, sehingga Kabupaten Sambas menjadi lumbung pangan di Kalbar," ungkap Hairiah.

Hairiah juga sangat mengarapkan hasil gabah petani dapat dibeli dengan cepat dengan harga yang memadai, sehingga pendapatan petani meningkat pula.

Perbaikan terhadap nilai jual karet juga didambakan lantaran saat ini kondisi harganya masih rendah.
"Kita mohon juga bapak Presiden dapat memperjuangkan para petani karet di tingkat dunia karena kita tahu harga karet karena pengaruh pasar dunia," tutur Hairiah.

Pada intinya, harapan terbesar petani Kabupaten Sambas dapat menjual hasil panen dengan mudah dan tersedianya pasar-pasar tani yang mengakomodir hasil pertanian.

"Tentu, petani benar-benar mendapatkan manfaat dari kebijakan yang pro terhadap petani. Sebab kesejahteraan petani  adalah hal yang mutlak dan petani adalah pahlawan pangan untuk rakyat Indonesia," pungkas Hairiah. (noi/bah)