Petani Sekolah Cegah Hama Jeruk

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 341

Petani Sekolah Cegah Hama Jeruk
Suarapemred/nurhadi SEKOLAH – Petani jeruk yang tergabung dalam Gapoktan Terigas Desa Sejiram, Kecamatan Tebas mengikuti Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) dari Pemkab Sambas
SAMBAS, SP – Kabupaten Sambas terus berupaya mendongrak kejayaan Jeruk Sambas di pasar lokal dan nasional. Satu di antara upaya untuk mewujudkan hal itu yakni mengenalkan petani tentang penyakit jeruk melalui Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT).

Kepada Suara Pemred, Pendamping Pertanian Kecamatan Tebas, Yudi Siswanto mengatakan, sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan hasil petani jeruk. Dengan sudah mengetahui penyakit tanaman, diharapkan petani langsung bisa melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian tentang hama perusak tersebut.

"Kita harapkan dengan SLPTH ini petani jeruk langsung bisa mengatasi dan tentunya mengenal penyakit-penyakit yang sering menyerang tanaman jeruk ini," kata Yudi, Rabu (25/10).

SLPTH merupakan program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas yang langsung dilakukan oleh Gapoktan Terigas Desa Sejiram, Kecamatan Tebas.

"Sekolah ini langsung di lapangan, semacam praktek selama enam hari. Dan hari ini (kemarin,red) kita adakan tes langsung dengan ditunjukkan penyakit yang ada di tanaman jeruk. Saat itu juga para petani ikut menulisnya di lembar jawaban," jelas Yudi.

Sementara Pendamping Penyuluhan Lapangan (PPL) Kecamatan Tebas, Ibnu mengatakan, SLPTH yang dilakukannya sangat berguna untuk pengetahuan petani. Sebab, tak hanya pemberian materi, tetapi juga terjun langsung ke lahan jeruk petani yang terserang penyakit.

"Kita langsung ajak petani untuk melakukan pengamatan serta diajarkan  pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman jeruk, terlebih lagi  khusus penyakit CVPD yang menjadi momok tanaman jeruk di Sambas, khususnya Desa Sejiram," terang Ibnu.

Selain penyakit, permasalahan yang paling mendasar petani jeruk yakni harga jual yang murah.

" Apabila harga  murah, maka petani akan sangat malas dalam mengurus sehingga kebun terbengkalai, dan penyakit pun semakin tidak terkedali. Saya berharap harga akan selalu stabil sehingga akan bisa membantu menyejahterakan petani," harap Ibnu. (noi/bah)