Dongkrak Budi Daya Ikan dengan Teknologi

Sambas

Editor Kiwi Dibaca : 422

Dongkrak Budi Daya Ikan dengan Teknologi
BUDI DAYA IKAN – Petani tampak hendak memberi pakan ikan yang dibudidayakannya. Petani harus memerhatikan unsur teknlogi untuk mendongkrak produktivitas ikan.
SAMBAS, SP - Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan Ditjen Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Arik Hari Wibowo mengungkapkan, kebijakan DJPB dalam membangun perikanan budidaya secara nasional, adalah mendorong perikanan budidaya mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan.

"Untuk menuju perikanan budidaya yang berdaya saing, berkelanjutan dan mandiri, ada tiga unsur (aspek) yang sering disampaikan Pak Dirjen Perikanan dan Budidaya kepada masyarakat, khususnya yang berusaha di bidang budi daya," kata Arik saat mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat, Senin (30/10).

Ketiga aspek itu yakni pertama, aspek teknologi produksi. Jika berbicara tentang budi daya, maka mau tidak mau atau suka tidak suka, harus memasukkan teknologi di dalamnya. "Supaya produk-produk hasil budidaya tadi memiliki daya saing, sehingga bisa bersaing dengan produk-produk dari luar negeri termasuk dari kawasan dalam negeri sendiri, kata Arik. Kemudian, selain memasukkan teknologi produksi, juga teknologi pakan.

Sebab, ternyata biaya produksi selama ini habis hanya untuk pakan, sekitar 60 persen sampai 70 persen “Sehingga setiap saat dan setiap waktu kita harus memperbaiki teknologi pakan ini, supaya margin atau keuntungan yang diperoleh oleh para pembudidaya bisa lebih besar. Bisa bersaing dengan budidaya misalnya dari Malaysia dan negara lainnyn," kata Arik.

Selain itu, teknologi induk dan benih juga sangat penting. Sebab, dengan induk yang unggul, maka akan mendapatkan benih-benih yang bagus. "Baik bagus pertumbuhannya, sehat, tahan penyakit dan lain-lain. Selain teknologi benih, teknologi induk dan teknologi pakan, kemudian mungkin juga penyakit yang harus selalu menjadi perhatian kita," terang Arik.

Aspek yang kedua adalah aspek yang terkait dengan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, dimana setiap kegiatan budidaya tidak boleh lepas dari pelestarian lingkungan.
"Sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai insan perikanan budidaya, tidak hanya mengejar produksi saja, tetapi juga harus mendorong bagaimana lingkungan dimana budidaya dilakukan, itu juga harus terjaga kelestariannya.

Sehingga usahanya lestari, usahanya berkelanjutan serta lingkungannya juga berkelanjutan," papar Arik.
Aspek yang selanjutnya adalah aspek sosial ekonomi. Tentunya, jerih payah berbudidaya, harus menguntungkan dan menyejahterakan masyarakat. (noi/bah)