Sambas Deklarasi Percepatan Kabupaten Layak Anak

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 44

Sambas Deklarasi Percepatan Kabupaten Layak Anak
BERMAIN MUSIK- Beberapa orang pelajar memberikan hiburan dengan bermain musik pada kegiatan komitmen bersama untuk menuju Kabupaten Sambas layak anak, di Aula Kantor bupati sambas. Rabu (6/12). (SP/Kinoi)

Pemda Harus Siap Mendukung


Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas, Wahidah
"Siap tidak siap kita semua harus menyiapkan diri, karena hal ini sudah menjadi ketetapan dari pemerintah pusat, bahwa semua kabupaten di Indonesia harus menjadi kabupaten atau kota layak anak"

SAMBAS, SP - Pemerintah Kabupaten Sambas berkomitmen untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Satu di antara langkah penting yang dilakukan dengan mendeklarasikan percepatan Kabupaten Sambas layak anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas, Wahidah mengatakan, Pemkab Sambas harus siap untuk menjadi kabupaten layak anak.

"Siap tidak siap kita semua harus menyiapkan diri, karena hal ini sudah menjadi ketetapan dari pemerintah pusat, bahwa semua kabupaten di Indonesia harus menjadi kabupaten atau kota layak anak," ujarnya, Rabu (6/12).

Untuk menyiapkan hal tersebut,  instansi yang dia pimpin akan meminta dukungan dari semua pihak, baik itu pemerintah, instansi terkait, dunia usaha, media massa, tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk peduli  dengan lingkungan serta pengawasan bagi anak-anak.

"Pemda akan memfasilitasi sesuai dengan tupoksinya masing-masing, karena itu kita mendeklarasikan percepatan Kabupaten Sambas layak anak," jelasnya.

Wahidah mengatakan, pada umumnya persoalan yang dihadapi oleh banyak daerah, dalam upaya untuk menuju kota atau kabupaten layak anak hampir semuanya sama.

"Penggunaan gadget teknologi informasi internet, ini lepas dari pengawasan orang tua, karena itulah persoalan ini sebenarnya bertumpu kepada keluarga," paparnya.

Banyak orangtua yang memberikan fasilitas teknologi kepada anak-anaknya, namun mereka tidak tahu bahwa hal tersebut juga membawa efek negatif.

"pada intinya kejadian-kejadian atau kasus di Kabupaten Sambas yang melibatkan anak-anak, mereka ini tidak memahami  apa yang mereka lakukan, mereka menyangka bahwa ini semua hanya permainan," bebernya.

Peran penting keluarga katanya, merupakan kunci keberhasilan proteksi terhadap anak anak. Karena pihaknya hanya bisa mengimbau atau memberikan peringatan saja.

"Kita hanya menyampaikan himbauan dan peringatan, namun yang lebih aktif untuk melakukan pengawasan adalah dari pihak keluarga," terangnya.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menilai, program percepatan Kabupaten Sambas layak anak memiliki kaitan erat dengan visi-misi Sambas berakhlakul karimah.

"Program akhlakul karimah juga memiliki keterkaitan sebagai upaya kita untuk meminimalisir adanya pelecehan terhadap anak," kata Atbah.

Upaya percepatan Kabupaten Sambas layak anak kata Atbah, juga dijadikan satu di antara fokus yang diintegrasikan dalam program Kampung KB.

"Sudah jelas peta desa yang kita targetkan untuk beraktivitas, tinggal pertama program-program dari Pemda dan SKPD yang ada untuk juga bisa konsen dan mendukung hal ini," jelasnya.

Bahkan kata Atbah, anggaran tambahan bagi tiap desa juga sudah disiapkan oleh pemerintah, dengan demikian upaya percepatan Kabupaten Sambas layak anak akan bisa dicapai.

"Dari BKKBN mengalokasikan Rp100 juta untuk setiap kampung KB, ini memberikan peluang besar bagi kita untuk melakukan banyak aktivitas guna mencapai Sambas Kabupaten layak anak," bebernya.

Banyak yang harus dibenahi Kabupaten Sambas jika ingin menyandang predikat kabupaten layak anak, di antara yang paling dominan harus diatasi adalah kasus anak berhadapan dengan hukum, dan anak yang menjadi korban kekerasan atau bahkan anak yang melakukan pekerjaan yang tidak semestinya dilakukan.

"Kita juga saat ini sedang melakukan identifikasi terkait wilayah penyakit masyarakat atau mungkin hal-hal negatif yang bisa dilakukan oleh anak untuk diantisipasi. Semua lini bergerak, hari ini kesepakatan kita bersama agar semua berbuat dan akan kita koordinasikan dengan baik," pungkasnya.

Semua Pihak Berperan


General manager Wahana Visi Indonesia Kalimantan Barat, Fortuna Tas B Tamba mengatakan, keberhasilan Kabupaten Sambas menjadi kabupaten layak anak bergantung dengan semua pihak.

Karena itu dia memandang harus ada koordinasi dan sinergisitas dari semua lini, agar kabupaten layak anak pantas disandang Kabupaten Sambas.

"Karena dari pengamatan kita, ini semua merupakan aliansi strategis antara pemerintah dan masyarakat, baru kemudian hal ini bisa kita lakukan," paparnya.

Terdapat delapan daerah kabupaten di Kalbar yang saat ini telah mendeklarasikan sebagai kabupaten layak anak, termasuk Kabupaten Sambas.

"Sebenarnya kita berharap semua Kabupaten secepatnya menjadi kabupaten layak anak, namun ini semua kembalikan kepada pemerintahannya masing-masing," terangnya.

Terdapat 31 indikator yang harus dipenuhi pemerintah daerah untuk mendapatkan gelar kabupaten layak anak, kasus kekerasan terhadap anak menjadi yang paling dominan dihadapi beberapa daerah.

"Seperti kekerasan terhadap anak, pendidikan, kesehatan anak, dan masih banyak indikator lainnya, itu harus dilakukan pengawasan dan penilaian oleh pemerintah pusat," terangnya.

Wahana visi Indonesia saat ini dikatakannya, sudah mendampingi 10 desa di Kabupaten Sambas yang mana ada di dua kecamatan, bahkan terdapat tiga desa yang sudah mendeklarasikan diri sebagai desa layak anak. "ini menjadi momentum bagaimana desa lain juga bisa turut menetapkan itu," pungkasnya. (noi/pul)