Belum Ada Kejelasan Soal Kelangkaan Elpiji

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 159

Belum Ada Kejelasan Soal Kelangkaan Elpiji
ELPIJI - Tabung elpiji kosong menanti untuk diisi. Saat ini masyarakat Sambas mulai kesulitan mencari gas bersubsidi, dikhawatirkan hal ini semakin parah menjelang Natal dan Tahun Baru 2018. (SP/Noi)

Masyarakat Khawatir Semakin Langka Jelang Natal dan Tahun Baru


Kabag Ops Polres Sambas, Kompol Ayin Nurohman
"Seperti telur dan daging ayam mulai naik, namun elpiji bersubsidi sampai saat sekarang ke mana larinya yang masih belum ada kejelasan. Itu jawabannya kelak dari pusat, kita masih belum ada referensi atau petunjuk dan arahan"

SAMBAS, SP - Susahnya mendapatkan elpiji bersubsidi untuk saat ini, dikhawatirkan masyarakat akan semakin parah saat memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 nantinya.

Seperti dikatakan warga Kecamatan Sambas Arini, dirinya menilai kelangkaan ini mungkin akan semakin menjadi saat musim perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 tiba.

"Tak lama lagi hari perayaan tiba, sekarang hari biasa saja susah cari gas elpiji 3 kg, apalagi nanti," katanya, Selasa (12/12).

Meski tidak turut merayakan Natal, Rini tetap membutuhkan elpiji bersubsidi untuk kelancaran usahanya berjualan kue. "Saya jualan kue lapis dan lainnya, kan biasanya mau Natal ada yang pesan, kalau tak ada gas susah jadinya," pungkasArini.

Kabag Ops Polres Sambas, Kompol Ayin Nurohman mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terkait sulitnya mendapatkan elpiji bersubsidi.

"Kalau tentang elpiji bersubsidi kondisinya hampir langka, kalau dicari susah, namun masih bisa ditemukan, kita terus melakukan pemantauan di lapangan," ungkapnya.

Diungkapkan Kabag Ops, hingga saat ini instruksi khusus untuk penanganan elpiji bersubsidi tersebut masih belum diterima Polres Sambas. Sementara dari Satgas pangan juga melihat bahwa sejauh ini kebutuhan masyarakat ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan.

"Seperti telur dan daging ayam mulai naik, namun elpiji bersubsidi sampai saat sekarang ke mana larinya yang masih belum ada kejelasan. Itu jawabannya kelak dari pusat, kita masih belum ada referensi atau petunjuk dan arahan," pungkasnya.

Sementara itu, tokoh pemuda asal Kecamatan Pemangkat, Apriandi Muda mengatakan gas elpiji sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat, seharusnya kelangkaan seperti ini menjadi perhatian serius.

"Keberhasilan program konversi akhirnya menjadi bumerang saat pemerintah tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan gas atau elpiji bersubsidi," jelasnya.

Selain itu kata dia, persoalan yang selalu dijadikan kambing hitam oleh pemerintah yakni subsidi tidak tepat sasaran juga mesti dengan segera diatasi.

"Jangan terus menerus menyalahkan sistem pendataan yang katanya tidak tepat sasaran, kan yang mendata juga pemerintah," terangnya.

Selain itu selalu menjadikan alokasi subsidi tidak tepat sasaran sebagai alasan, menurutnya itu sudah terlalu lama. "Kapan perbaikannya, kapan aksi nyatanya, lakukanlah pendataan ulang sesegera mungkin," tegasnya.

Dia juga menyarankan agar Pemda setempat segera mengambil langkah progresif, misalnya mendorong pengusaha lokal untuk menjadi distributor elpiji bersubsidi.

"Selama ini distributor elpiji subsidi hanya ada di Singkawang dan Pontianak, munculnya distributor dari Sambas akan memangkas biaya distribusi, selain itu juga pengawasan akan lebih mudah dilakukan," pungkasnya.

ASN Dilarang Gunakan Elpiji Subsidi


Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Uray Tajudin mengimbau agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sambas, menggunakan elpiji non subsidi.

"Saat ini memang elpiji 3 kg subsidi terjadi kelangkaan, persoalan ini juga sudah kita sampaikan ke pemerintah provinsi," ungkapnya, Selasa (12/12).

Sebab itu kata Uray Tajudin, cara tercepat yang saat ini bisa ditempuh adalah dengan mengajak para ASN untuk menggunakan elpiji non subsidi.

"karenanya kami himbau para ASN untuk menggunakan elpiji non subsidi agar masyarakat yang lain kebagian," tegasnya.

Hal ini kata dia, juga dalam upaya mengantisipasi datangnya perayaan hari Natal dan Tahun Baru 2018.  "Dari instansi terkait telah menyampaikan bahwa dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru 2018, untuk sembako dipastikan aman, namun berbeda kasusnya dengan elpiji subsidi," jelasnya.

Diakui Sekda, hingga sekarang Pemda Sambas tidak memiliki data terkait jumlah alokasi elpiji subsidi yang diperuntukkan bagi rakyat miskin tersebut.

"Dari pihak Pertamina, belum pernah menyampaikan laporan atau data terkait alokasi tersebut, yang kita ketahui memang distributornya ada di Kota Singkawang," pungkasnya. (noi/pul)