Kabupaten Sambas Rawan Terjadi Banjir

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 435

Kabupaten Sambas Rawan Terjadi Banjir
BANJIR - Terlihat Puskesmas Sejangkung terendam air akibat hujan deras sehingga volume air naik, Kecamatan Sejangkung memang menjadi satu di antara daerah di Sambas yang rawan terendam air. (SP/Noi)
SAMBAS, SP - Beberapa wilayah di Kabupaten Sambas rawan terendam banjir akibat luapan air sungai dan curah hujan yang tinggi beberapa waktu belakangan ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Uray Tajudin mengatakan, pentingnya koordinasi oleh pemerintah kecamatan yang memegan peran penting agar masyarakat dapat dibantu untuk menangani kerawanan bencana tersebut. 

"Memang ada beberapa daerah kita yang saat ini terendam banjir. Namun pada saat ini air sudah mulai turun, baik di daerah pantai maupun pesisir," ungkap Sekda, Rabu (13/12).

Di antara daerah yang terendam air dikatakan Sekda yaitu, beberapa wilayah Kecamatan Jawai, Kecamatan Tebas, Kecamatan Sejangkung dan Kecamatan Subah serta daerah lainnya.

"Kita juga sudah mengingatkan kepada pihak kecamatan untuk mengantisipasi, jangan sampai terjadi kejadian yang tidak kita inginkan. Kecamatan harusw terus berkoordinasi dan melapor agar kondisi kondisi tersebut bisa kita bantu semampunya," kata Sekda.

Kondisi air pasang cukup parah terjadi di daerah Kecamayan Jawai dan sekitarnya, terutama di pesisir pantai.

"Camatnya juga sudah melakukan koordinasi dengan kita, saat ini kondisi air sudah mulai surut, dan sedang dilakukan penanganan oleh kecamatan di sana," paparnya.

Sekda berharap agar curah hujan semakin turun dan air tidak pasang tinggi di daerah hulu Kabupaten Sambas yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang. "Kita terus mengantisipasi apabila terjadi curah hujan yang tinggi di daerah hulu," katanya.

Apabila curah hujan dan volume air sungai di daerah hulu, seperti Kecamatan Sajingan yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang terlalu tinggi, maka seperti biasanya akan terjadi banjir di desa-desa hulu Sungai Sambas besar.

"Karenanya kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya banjir, misalnya dengan menyiapkan bahan makanan dan obat-obatan," katanya.

Demikian juga dengan pemerintah akan berupaya menyiapkan dan memastikan distribusi sembako di daerah-daerah yang terkena banjir.

"Waspadai penyakit menular seperti diare dan selalu periksakan kesehatan, kalau tidak mampu, hubungi pemerintah setempat," tutupnya. (noi/pul)