Penabur Sianida di Sungai Sambas Dihukum Satu Tahun Penjara

Sambas

Editor Andrie P Putra Dibaca : 169

Penabur Sianida di Sungai Sambas Dihukum Satu Tahun Penjara
Lokasi penaburan sianida. (ist)
SAMBAS, SP - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak, memutuskan kasus pencemaran sungai dengan cara meracun ikan menggunakan sianida, dengan hukuman kurungan satu tahun dan membayar denda Rp50 juta subsider kurungan 3 bulan.

Hal ini disampaikan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sambas, Susan Rosalina, Selasa (26/12).

"Tapi ini belum tahu apakah terdakwa akan menyatakan banding atau tidak. Masih pikir-pikir,  besok (Rabu, 27/12) adalah hari terakhir terdakwa mengajukan banding atau menerima keputusan tersebut," ungkapnya via sambungan seluler.

Kasus tersebut diharapkan Susan, bisa menjadi peringatan bagi warga agar tidak lagi melakukan aktivitas menebar racun demi mendapatkan ikan di sungai.

"Jadi besoklah dia inkrahnya, namun terlepas dari itu semua, kita berharap agar masyarakat bisa memetik nilai dari hal ini, bahwa tindakan meracun sungai itu merusak lingkungan dan berbahaya bagi yang mengonsumsinya, bahkan ada ancaman hukuman penjara dan denda yang tak sedikit jumlahnya," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terdakwa ARP tertangkap basah oleh aparat Polsek Sejangkung dan para pecinta lingkungan saat sedang meracun ikan di wilayah sungai di Desa Semanga, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas.

Parahnya lagi, dari hasil penyelidikan diketahui jenis racun yang digunakan adalah sianida yang sangat berbahaya bagi mahluk hidup yang mengonsumsi.

Dari pemeriksaan dan uji lab Baristan, didapati air sungai yang terkena atau ditaburi sianida oleh tersangka mengandung bahan kimia sianida dengan jumlah 612 mg/liter. (noi)