Rambutan Merahkan Pasar Sambas

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 77

Rambutan Merahkan Pasar Sambas
RAMBUTAN - Rambutan dari Desa Tengguli, Kecamatan Sajad, yang baru dipanen siap dibawa ke pasar Sambas untuk diperdagangkan oleh masyarakat setempat. (SP/Nurhadi)

Jenis Bulu Lutong yang Selalu Dicari Warga


Kabupaten Sambas, selain dikenal dengan jeruk siam yang menjadi komoditas andalannya, juga memiliki rambutan yang sudah ditanam secara turun temurun oleh warganya. Dan kini masuki awal tahun 2018, buah rambutan tersebut mulai mewarnai pasar Sambas.

SP - Di Kabupaten Sambas, wilayah penghasil rambutan terdapat di Kecamatan Sajad, daerah asal Bupati Sambas saat ini, Atbah Romin Suhaili. Di Kecamatan Sejangkung dan sekitarnya juga terdapat buah tahunan ini.

Warga Desa Mekar Jaya, Udin mengatakan, jenis rambutan yang paling bagus adalah yang bernama Bulu Lutong. "Jadi yang diandalkan itu adalah rambutan Bulu Lutong, buahnya berwarna merah dengan ukuran yang agak besar, rasanya juga manis dan tidak terlalu berair," jelasnya.

Rambutan Bulu Lutong ini kata dia selalu dicari untuk dijadikan buah tangan oleh warga luar kota. "Sekarang rambutan Bulu Lutong mungkin belum panen, buahnya agak sedikit mahal dan selalu dicari untuk dijadikan oleh-oleh," ungkapnya.

Udin mengakui bahwa sudah selama puluhan tahun mengembangkan kebun rambutan yang semula ditanam oleh kakeknya.

"Kebun sudah sejak dulu ada, ditanam oleh kakek. Tugas kita cucunya untuk mengembangkan, mencangkok rambutan dan menanam kembali," kisahnya.

"Tanaman rambutan harus tetap dipanen, kalau tidak buahnya pada musim panen mendatang akan terasa asam," tambahnya.

Harga rambutan saat ini cukup bervariasi, dijual per ikat, pada tingkat petani harga tertinggi saat ini sekitar Rp7.000. Rambutan Sambas ini tak hanya beredar di pasar lokal, namun juga menembus ibu kota provinsi, sampai Kalimantan Tengah.

Rambutan ini dibawa ke daerah tersebut dengan menggunakan kendaraan darat, seperti pick up, truk serta minibus. Setiap sore pasar Sambas akan mulai tampak kemerahan karena kedatangan rambutan dari desa-desa di Kecamatan Sajad ke Pasar Kota Sambas adalah saat matahari mulai terbenam. (nurhadi/pul)