Atbah Lepas 112 Pekerja Migran

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 50

Atbah Lepas 112 Pekerja Migran
LEPAS PEKERJA MIGRAN – Bupati Sambas, Atbah Romin melepas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kantor LTSA P2TK LN Kabupaten Sambas di Jalan Sukaramai, Kecamatan Sambas, Rabu (10/1). (SP/Kinoi)

Bekerja di Pabrik Kayu Lapis Serawak Malaysia


Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili 
"Bekerja di luar negeri bukan soal harga diri. Bagi saya, mencari rezeki dimanapun selama itu halal adalah sebuah kehormatan. Jangan ada orang berpandangan ketika kita menjadi pekerja migran, kita adalah orang dalam level status sosial yang rendah."

SAMBAS, SP - Sebanyak 112 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilepas oleh Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, Rabu (10/1). Pelepasan ini adalah yang pertama kali dilakukan sejak didirikannya Layanan Terpadu Satu Atap, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA P2TK LN) Kabupaten Sambas.

"Untuk pertama kalinya Kabupaten Sambas secara resmi melepas para duta bangsa dan pahlawan devisa negara. Namanya sekarang adalah Pekerja Migran Indonesia, bukan lagi TKI (Tenaga Kerja Indonesia)," kata Atbah di LTSA P2TK LN Kabupaten Sambas di Jalan Sukaramai, Kecamatan Sambas.

Menurut Atbah, PMI pantas mendapatkan pelayanan terbaik dalam hal kepengurusan dokumen.

"Mereka adalah pahlawan, maka kami akan melayani sebagai pahlawan," tutur Atbah.

LTSA P2TK LN Kabupaten Sambas merupakan sebuah terobosan yang dilakukan Pemkab Sambas demi mewujudkan pelayanan terbaik kepada PMI untuk membuat dokumen yang mereka perlukan guna berangkat bekerja ke luar negeri.

"Satu-satunya kabupaten yang merespons secara tepat agar ada pelayanan terpadu satu atap untuk bekerja bergerak adalah Kabupaten Sambas. Ini berarti kami betul-betul serius untuk melayani para Pekerja Migran Indonesia," kata Atbah. 

Atbah juga memotivasi para PMI untuk selalu optimistis dan bangga terhadap kerja yang dilakukan.

"Bekerja di luar negeri bukan soal harga diri. Bagi saya, mencari rezeki dimanapun selama itu halal adalah sebuah kehormatan. Jangan ada orang berpandangan ketika kita menjadi pekerja migran, kita adalah orang dalam level status sosial yang rendah," pungkas Atbah.


Terbanyak dari Tebas


Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Agus Supardan mengatakan, pada 2017 sebanyak 871 warga Kabupaten Sambas menjadi pekerja migran. 

"Jumlah 871 itu terdiri dari 557 laki-laki dan 314 perempuan. Dari 871 orang tersebut sebanyak 752 orang berproses di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta LPSE P2TK LN Kabupaten Sambas. Selebihnya sebanyak 119 orang berproses di beberapa BP3TKI di luar Provinsi Kalimantan Barat," ungkap Agus.

Adapun negara yang menjadi tujuan para pahlawan devisa ini untuk mengadu nasib sebagian besar adalah Malaysia, kemudian disusul Brunei Darussalam.

Rincian negara tujuan tempat bekerja PMI asal kabupaten Sambas yaitu Malaysia sebanyak 799 orang, Brunei Darussalam sebanyak 43 orang, Pulau Solomon sebanyak lima orang, Taiwan sebanyak 15 orang, Kongo sebanyak satu orang, Papua Nugini sebanyak empat orang dan Jepang sebanyak satu orang. 

Dari data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Kecamatan Tebas menjadi penyumbang PMI terbesar di Kabupaten ini.

"Pekerja migran asal Kecamatan Tebas yakni sebanyak 189 orang. Kemudian Kecamatan Sejangkung sebanyak 99 orang, Kecamatan Semparuk sebanyak 58 orang dan Kecamatan Teluk Keramat sebanyak 56 orang," papar Agus.

Agus mengatakan bahwa 112 PMI yang diberangkatkan akan bekerja di Malaysia pada pabrik-pabrik polywood (kayu lapis).

Rincian penempatan pekerja migran itu yakni Perusahaan Shin Plywood Bintulu SDN BHD sebanyak 25 orang, Forescom Plywood SDN BHD sebanyak 32 orang, Shinyang Forestry SDN BHD sebanyak 20 orang, Perusahaan Zeed Tee Plywood SDN BHD sebanyak enam orang, Linshanhao Plywood Sarawak SDN BHD sebanyak satu orang dan Shin yang Plywood SDN BHD Bintulu sebanyak 28 orang.

Seluruh PMI telah melalui tahapan proses penempatan tenaga kerja luar negeri secara prosedural, mulai proses rekrutmen dan seleksi sampai dengan tahapan pembekalan akhir pemberangkatan. Selanjutnya diberangkatkan menuju tempat kerja sesuai dengan perjanjian kerja yang telah ditandatangani.

Diketahui, LTSA P2TKI di Kabupaten Sambas telah diresmikan pada Kamis, 23 November 2017 lalu.

Pengurusan Dokumen Online

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia  (BP3TKI) Pontianak, Ahnas mengatakan bahwa pelayanan di LTSA P2TKI Sambas dilakukan secara online yang mengintegrasikan lima instansi terkait. Lima instansi itu yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sambas, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Kantor Imigrasi Sambas, Polres Sambas dan P4TKI Sambas. 

Adapun layanan yang diberikan yaitu layanan kependudukan, layanan ketenagakerjaan, layanan paspor, layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), layanan Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) dan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri  (KTKLN) elektronik. 

“Layanan–layanan tersebut ada yang diberikan secara gratis untuk layanan kependudukan, ketenagakerjaan dan PAP/ E-KTKLN dan sesuai PNBP untuk layanan paspor dan SKCK," kata Ahnas.

Terhitung, sudah hampir sekitar 200 orang yang diberikan pelayanan oleh masing–masing instasi yang terlibat di dalamnya.

"Berdasarkan data yang dimiliki oleh BP3TKI Pontianak bahwa pelayanan lima instansi yang terlibat di LTSA P2TKI Sambas menunjukkan hal yang cukup menggembirakan. Instansi Disnaker Sambas misalnya telah memberikan pelayanan ID CTKI sebanyak 172 buah dan rekomendasi paspor CTKI sebanyak 128 buah," ungkap Ahnas.

Sementara itu, Disdukcapil Sambas telah memberikan pelayanan validasi KTP sebanyak 199 buah, penerbitan E-KTP/ Surat Keterangan sebanyak 21, penerbitan Kartu Keluarga sebanyak 11 buah, penerbitan Akta Lahir sebanyak 20 buah dan penerbitan SKPLN sebanyak 129 buah. 

"Kantor Imigrasi Sambas telah memberikan pelayanan paspor TKI sebanyak 100 buah. Polres Sambas sudah memberikan pelayanan SKCK sebanyak 152 buah. BPJS Ketenagakerjaan sudah memberikan pelayanan sebanyak 161 Kartu Jaminan Sosial TKI dan P4TKI Sambas sudah menerbitkan e-KTKLN sebanyak 52. Sementara pengaduan kasus PMI sampai saat ini masih nihil. 

Sesuai dengan tujuan awalnya, LTSA P2TKI Sambas berupaya melakukan perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan PMI dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya CTKI secara mudah, murah, cepat dan aman.

"Zaman dulu, masyarakat berpikir menjadi PMI itu susah, berbelit-belit, mahal dan sering terdapat praktek percaloan. Namun dengan adanya LTSA P2TKI Sambas, hal itu dihilangkan sama sekali," kata Ahnas.

Ahnas juga berpesan kepada masyarakat agar memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas dan layanan yang sudah disiapkan oleh pemerintah ini.

"Jangan berangkat secara non prosedural karena akan merugikan diri sendiri, perlindungan minim. Gunakan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) yang resmi dan jauhi yang namanya calo/ tekong," pungkas Ahnas. (noi/bah)