Serumpun, Organisasi Perempuan Fokus Berkegiatan Produktif

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 49

Serumpun, Organisasi Perempuan Fokus Berkegiatan Produktif
PERTEMUAN - Pertemuan antaranggota Serumpun yang dilakukan minimal satu kali dalam sebulan. (SP/Kinoi)
SAMBAS, SP - Peran penting kaum perempuan dalam penegelolaan sumber daya ekonomi memang sangat penting untuk terus dikembangkan.

Tak hanya pada tataran wanita karir yang bekerja kantoran, para ibu rumah tangga juga memiliki peran yang sama, memajukan dan mendukung ekonomi keluarga. Semangat tersebut menjadi satu diantara cara pandang sebuah organisasi wanita di daerah Pantura atau Pantai Utara Kalbar.

Sebuah organisasi dengan semangat untuk memajukan peran perempuan dalam berbagai bidang pun didirikan. Tujuannya adalah memberikan ruang bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga untuk berkegiatan positif dengan dampak yang positif pula, yakni lumbung rupiah bagi keluarga.

Adalah Serikat Perempuan Pantai  Utara atau biasa disingkat Serumpun, sebuah organisasi perempuan yang berbasis di Kabupaten Sambas dengan melibatkan puluhan anggota dari daerah Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas.

Serumpun saat ini diketuai oleh Budiana, perempuan asal Kabupaten Sambas. Budiana mengatakan bahwa Serumpun saat ini telah memiliki berbagai kegiatan yang produktif.
  
"Berdirinya serumpun karena adanya kelompok perempuan yang dibina NGO Gemawan. Lalu kita membuat organisasi ini. Serumpun adalah Serikat Perempuan Pantai Utara yang terdiri atas 20-an perempuan dari Singkawang dan Sambas. Berdiri pada 24 Mei 2009. Kongres pertama di Singkawang," ungkap Budiana, Kamis (11/1).

Bermacam kegiatan dikembangkan dan diarahkan oleh anggota organisasi tersebut.

"Kegiatan kami bermacam-macam, mulai dari membuat kerajinan anyaman, tenun lalu barang konsumsi seperti cemilan dan kue bahkan pertanian," jelas Budiana.

Serumpun memang banyak mengarahkan anggotanya untuk berkembang secara ekonomi, agar bisa membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Lebih ke arah UKM. Misalnya di Sambas kami ada tenun dan anyam-anyaman. Di pertanian ada pemberdayaan penanaman padi hitam, pemanfaatan lahan perkarangan. Intinya adalah apa yang bisa dilakukan ibu-ibu rumah tangga agar bisa membantu ekonomi keluarga," tutur Budiana.

Serumpun bahkan pernah mendapatkan penghargaan oleh dunia internasional berkat inovasi mereka. Sebuah organisasi non pemerintah Eropa yang berafiliasi dengan PBB Unesco pernah memberikan penghargaan kepada Serumpun.

"Kita pernah mendapatkan sebuah penghargaan pada tahun 2012 dari World Craft Council untuk kerajinan tenun yang menggunakan pewarna alam," kata Budiana.

Serumpun juga berupaya membantu anggotanya untuk memasarkan produl hasil kerajinan, olahan dan hasil panen lewat Toko Serumpun yang terletak di Jalan Muhammad Safiudin, Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas.

“Mereka juga memiliki langganan sendiri. Di Singkawang ada juga anggota kami yang memiliki usaha kue yang sudah memiliki banyak langganan. Di Dusun Keranji, Desa Tanjung Mekar Sambas ada anggota kami yang memiliki kebun segar. Para pembeli bisa membeli langsung yang masih dalam pot atau polybag," kata Budiana. 

Budiana berharap Serumpun bisa menjalin sinergisitas dengan banyak pihak.

"Kita punya harapan bahwa semua potensi yang bisa diandalkan bisa terlibat juga dalam BUMDes sehingga bisa sinergis. Saat ini sedang diupayakan," ungkap Budiana. (noi/pk/bah)